ASMAT, Seputarpapua.com | Wakil Bupati Kabupaten Asmat, Yoel Manggaprou melakukan kunjungan ke Pasar Mama-Mama Papua di Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Kamis (30/10/2025). Dalam kunjungan tersebut, ia menyempatkan diri berdialog dengan sejumlah mama Papua, dan memborong dagangan mereka. Wabup Yoel menyampaikan bahwa mama-mama yang menjual hasil dagangannya agar bisa menjual di dalam pasar, tidak lagi di pinggiran jalan. Menurut Yoel, apabila kegitan pasar ini bisa berjalan dan difungsikan, maka mama-mama bisa diperhatikan oleh pemerintah. “Pemerintah Kabupaten Asmat berkomitmen untuk semakin memperhatikan fasilitas dan sarana pendukung Pasar Mama Papua, agar pedagang makin nyaman dalam menjalankan aktivitas ekonomi,” kata Wabup Yoel. Wabup Yoel berharap, pergerakan ekonomi di tingkat bawah dapat tumbuh dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan Masyarakat. Reporter : Elgo Woheleditor : Aditra
0 Comments
ASMAT, Seputarpapua.com | Kepolisian Resort (Polres) Asmat berhasil mengungkap satu orang pelaku berinisial IL (41 tahun/ laki-laki) beserta barang bukti minuman keras (miras) ilegal jenis Sopi Kaki Anjing di Jalan Yapis distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan. Melihat hal itu, Wakil Bupati Asmat Yoel Manggaprou mengatakan, peredaran miras secara khusus minuman sopi jenis kaki anjing yang menjadi produk lokal harus di berantas dan ditertibkan. “ Pemerintah Kabupaten Asmat akan selalu mendukung Polres Asmat dalam memberantas minuman keras sopi kaki anjing,” kata Yoel, Dalam Konferensi Pers yang berlangsung di Mapolres Asmat, Kamis (30/10/2025). “Apa yang suda dilaksanakan oleh Polres Asmat, kami selaku pemerintah menyampaikan Proficiat,” sambungnya. Sementara itu Kapolres Asmat AKBP Wahyu Basuki menyampaikan, pada Sabtu (25/10/2025) sekitar jam 17.00 WIT, pelaku IL melakukan proses produksi minuman beralkohol jenis Kaki Anjing (Sopi) dirumah yang pelaku sewa di jalan Yapis, distrik Agats, Kabupaten Asmat. “Cara produksi atau memasak pelaku IL menyiapkan sekitar 20 ember berukuran 70 liter setelah pelaku memasukan bahan gula, fermipan, gula merah dan air dengan perbandingan gula 10 Kg, fermipan 250 gram, 1 buah gula merah 1 Kg untuk 70 liter air kemudian di fermentasikan selama 7 hari lalu di hari ke 7 pelaku memasak dan menghasilkan 40 liter dalam 1 kali produksi,” kata Basuki. Menurut Kapolres, pelaku berinisial IL menjual minuman beralkohol jenis Kaki Anjing (Sopi) dengan harga Rp.100.000 perliter dan dari penjualan minuman tersebut dari 15 September 2025 hingga tanggal 25 Oktober 2025, pelaku menghasilkan sekitar Rp100 juta hingga Rp140 juta. “Pasal yang dipersangkakan, pasal 204 Ayat (1) KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun,” pungkasnya. Sebelumnya, Kepolisian Resort (Polres) Asmat melakukan penggerebekan dan menangkap dua orang warga. Kedua warga tersebut diduga merupakan pelaku yang memproduksi minuman keras (miras) beralkohol jenis sopi kaki anjing tak hanya itu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti di salah satu rumah kontrakan, Jalan Yapis, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Selatan, pada Sabtu, 25 Oktober 2025. Reporter : Elgo Wohel editor : Dhias Suwandi Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-97, Wabup Asmat Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Pembangunan10/28/2025 ASMAT, Seputarpapua.com | Wakil Bupati Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Selatan, Yoel Manggaprou memimpin upacara memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 di Lapangan Yos Sudarso, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Selasa (28/10/2025). Hari Sumpah Pemuda tahun 2025, mengangkat tema, pemuda pemudi bergerak Indonesia maju. Wakil Bupati Asmat, Yoel Manggaprou mengatakan bahwa peringatan hari sumpah pemuda ini mengingatkan Bangsa Indonesia terhadap sejarah perjuangan seluruh elemen pemuda Indonesia yang telah menebarkan semangat menjaga jiwa patriotisme dan berhasil menyatukan visi kebangsaan, yang melahirkan sebuah komitmen kebangsaan yaitu bertumpah darah satu, tanah Air Indonesia, berbangsa satu Bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan Bahasa Indonesia. Menurut Yoel, pembangunan kepemudaan untuk mewujudkan kemajuan Indonesia membutuhkan kolaborasi, sinergi, dan kebersamaan antar pemangku kepentingan baik di tingkat pusat maupun daerah. “Bangsa Indonesia saat ini sedang terkoyak dengan berbagai macam tantangan dan persoalan mulai dari korupsi, kemiskinan, pengangguran, Narkoba, pornografi, hoaks, ujaran kebencian, Intoleransi serta sejumlah problem bangsa lainnya. tetapi semua itu, bukan menjadi alasan bagi para pemuda untuk berhenti dan pesimis menatap masa depan Indonesia,” kata Wakil Bupati Yoel Manggaprou. Saat ini pemuda dituntut untuk tetap optimis dalam membangun bangsa. Hal ini sejalan dengan kebijakan pembangunan sumber daya manusia dalam RPJMN yang menekankan penguatan karakter, produktivitas dan daya saing generasi muda. Dikatakan, tugas pemuda saat ini adalah harus sanggup membuka pandangan, menumbuhkan semangat toleransi, berkarya dan berinovasi tanpa batas sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045. Upacara Hari Sumpah Pemuda di Kabupaten Asmat diikuti, Unsur Forkopimda, ASN, TNI /Polri, serta para pelajar. Reporter : Elgo Wohel editor : Iba |



RSS Feed