Asmat, PapuaLink.co – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Asmat, Absalom Amiyaram, menghadiri Ibadah Syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jemaat Basilea Agats di Jalan Doloq, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Rabu (22/10/2025). Dalam sambutannya, Sekda Absalom Amiyaram menyampaikan rasa sukacita atas perayaan ini. Ia menegaskan bahwa usia ke-18 tahun ini bukan hanya sekadar perayaan waktu, tetapi merupakan penanda kesetiaan Tuhan yang terus menyertai pelayanan dan perjalanan gereja. “Ini bukan sekedar perayaan usia, tetapi sebuah peringatan akan kesetiaan Tuhan yang terus menyertai pelayanan dan perjalanan gereja ini dari masa ke masa,” kata Absalom. Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa gereja dipanggil untuk tidak hanya bertumbuh ke dalam secara internal, tetapi juga harus berdampak keluar, yaitu menjadi terang dan garam bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Menurutnya, keharmonisan antara pemerintah dan gereja adalah wujud nyata dari semangat kebersamaan untuk membangun masyarakat Asmat yang damai, maju, dan sejahtera. Sekda berharap, GBI Basilea akan selalu siap menjadi mitra rohani dan moral bagi pemerintah daerah dalam membangun karakter manusia Asmat yang berlandaskan kasih. Menutup sambutannya, Sekda Absalom mengajak seluruh jemaat Basilea Agats untuk menjadikan momentum ulang tahun ini sebagai pembaruan iman dan semangat pelayanan. “Marilah kita bersatu, saling mengasihi, dan menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat yang kita layani,” tutup Sekda Absalom. (Redaksi)
0 Comments
ASMAT, Seputarpapua.com | Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Asmat menggelar konsultasi publik Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) rencana kegiatan penanganan abrasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Aswet tahap I Kerangka Acuan (KA) sepanjang 4,2 Km yang berlokasi di ibu kota distrik Agats, Kabupaten Asmat. Kegiatan konsultasi publik penyusunan dokumen AMDAL berlangsung di Gedung Woroucem Kesbangpol, Kabupaten Asmat, Rabu (22/10/2025). Dana program ini bersumber dari pagu Anggaran DPA 2025 Dinas PUPR Kabupaten Asmat sebesar, Rp. 904.000.000 masa kerja 90 hari kalender. Yesaya mengatakan, tahap penyusunan kerangka acuan terdiri dari survey dan pengambilan data, konsultasi publik, penyusunan KA, sidang verifikasi, sidang hasil verifikasi, penerbitan rekomendasi oleh (KPA) komisi penilaian AMDAL. Selanjutnya, ada tahap kedua yang membutuhkan anggaran sebesar Rp. 600.000.000 yang perlu di anggarkan pada tahun 2026. “Dengan tahapan sebanyak empat kegiatan sebagai berikut, penyusunan pertemuan air, limbah dan sidang, penyusunan andalalin dan sidang, RKL dan RPL sidang, penyusunan dan sidang AMDAL,” pungkasnya. Reporter : Elgo Wohel editor : Dhias Suwandi ASMAT, Seputarpapua.com | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asmat, Provinsi Papua Selatan terus mendukung percepatan, pencegahan penurunan stunting yang melibatkan Tim Pendamping Desa (TPD) dan unsur kecamatan. Hal tersebut disampaikan dalam Workshop Percepatan Penurunan Stunting di Aula Pastoral Keuskupan Agats, Kabupaten Asmat, Selasa (21/10/2025). Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung (DPMK) Kabupaten Asmat, Retwin Y. Dimara, mengatakan kehadiran para pendamping desa dapat memberikan informasi kepada seluruh pendamping terkait kegiatan apa saja yang dilaksanakan di kampung dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting. Melalui kegiatan workshop ini, diharapkan terjadi harmonisasi pemahaman antara desa (kampung), pendamping dan kecamatan (distrik), sehingga pengelolaan anggaran bisa lebih terarah, transparan dan berdampak nyata pada percepatan penurunan stunting di tingkat lokal. Sebagai informasi, di Kabupaten Asmat memiliki 29 lokasi fokus (lokus) yang kini sedang diintervensi sebagai upaya Pemkab Asmat dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting. “Pada kesempatan ini saya mengharapkan kepada Bapak Kepala Kampung dapat mendengar secara langsung informasi dari Wahana Visi Indonesia (terkait hal-hal atau kegiatan,red) yang akan kita lakukan di kampung untuk mencegah stunting,” kata Retwin Dimara. Melalui pendamping kampung, mereka pun diminta dapat melihat secara langsung berbagai kegiatan dan melaksanakannya sampai dengan evaluasi dalam rangka mendukung percepatan penurunan stunting. “Bukan saja di 29 lokus, tetapi saya harapkan bahwa seluruh 224 kampung ini, bisa melakukan kegiatan sesuai dengan potensi daerah di kampung untuk bagaimana mendukung percepatan penurunan stunting,” pungkasnya. Reporter : Elgo Wohel editor : Saldi Hermanto |



RSS Feed