ASMAT, Seputarpapua.com | Operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Asmat, Papua Selatan, terpaksa dihentikan sementara. Langkah ini diambil akibat menipisnya ketersediaan air bersih yang menjadi kebutuhan vital Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut. Koordinator SPPG Wilayah Kabupaten Asmat, Halimah Sadat, S.Tr.Gz., mengungkapkan bahwa kebijakan penghentian sementara telah diumumkan sejak Selasa (28/7/2026). Kebijakan ini berlaku untuk empat unit SPPG yang tersebar di Kota Agats dan Distrik Atsj. “Penghentian operasional SPPG ini hanya bersifat sementara. Kondisi ini terjadi akibat berkurangnya ketersediaan air bersih selama musim kemarau yang melanda Kabupaten Asmat,” ujar Halimah, Kamis (30/7/2026). Halimah menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) Kabupaten Asmat untuk meminta bantuan pasokan air. Namun, bantuan pasokan air yang disalurkan belum mencukupi kebutuhan operasional harian SPPG. Rencana penghentian sementara ini juga telah dilaporkan dan mendapat persetujuan dari pemerintah pusat mengingat kondisi krisis air yang dinilai mendesak. Sebagai solusi jangka panjang, TNI dijadwalkan akan membangun sumur bor guna menjamin ketersediaan air bersih bagi operasional SPPG ke depan. Sementara untuk solusi jangka pendek, operasional dapur gizi tersebut sangat bergantung pada cuaca. “Jika hujan turun cukup deras dan pasokan air kembali memadai, operasional SPPG akan langsung berjalan normal seperti biasa,” pungkas Halimah. Reporter : Elgo Wohel editor : Aditra
0 Comments
Leave a Reply. |

RSS Feed