ASMAT, Seputarpapua.com | Bupati Asmat Thomas Eppe Safanpo meminta 159 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Formasi Tahun 2025 bisa menjadi agen pembaharuan dengan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki untuk memajukan masyarakat. “Tersedianya sumber daya manusia aparatur yang memadai di daerah ini merupakan modal utama dalam memacu pembangunan di Kabupaten Asmat dari segi penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan ekonomi, maupun aspek sosial dan budaya sebagai sebuah kesatuan yang tidak dapat dipisahkan,” ujarnya, di Gedung Serba Guna GPI Agats, Kabupaten Asmat, Rabu (5/8/2026). “Karena itu diperlukan keseriusan dan komitmen yang tegas serta saling mendukung untuk mewujudkan pencapaian visi dan misi pembangunan di Kabupaten Asmat, terutama bagi Saudara-saudara yang nantinya akan menjadi agen pembaharuan di tengah masyarakat,” sambung Bupati. Ia menyampaikan hal itu ketika 159 PPPK Formasi Tahun 2025 di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asmat mengikuti kegiatan Orientasi yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Dalam sambutanya, Thomas mengatakan bahwa pengembangan kompetensi untuk meningkatkan profesionalitas aparatur sipil negara dalam mengemban fungsi sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayanan publik, juga sebagai perekat dan pemersatu bangsa. Menurtnya, peningkatan kompetensi bagi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja sebagaimana dimaksud di atas telah diatur dalam Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2018 tentang Pengembangan Kompetensi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja yang mampu melaksanakan tugas pelayanan publik, tugas pemerintahan, dan tugas pembangunan tertentu secara profesional. “Saudara-saudara bukan memulai sesuatu dari nol, tetapi sudah memiliki pengalaman sebelumnya,” ujarnya. Ia juga mengingatkan, dalam peraturan pemerintah, dijelaskan bahwa orientasi pelaksanaannya dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dalam rangka pembentukan wawasan kebangsaan, kepribadian, dan etika PNS, di samping pengetahuan dasar tentang sistem penyelenggaraan pemerintahan negara, bidang tugas, dan budaya organisasi. Aparatur sipil negara di era saat ini menghadapi tantangan yang sangat berat. Sorotan publik terhadap kinerja aparatur sipil negara seakan menjadi bahan diskusi yang tidak ada habisnya. Ketidakdisiplinan aparatur sipil negara selalu menjadi sorotan utama karena pegawai ASN merupakan sosok yang sejatinya menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat. Ia berharap orientasi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerjaadalah bekal ilmu bagi para PPPK guna peningkatan kinerja ketika mereka kembali ke tempat tugas masing-masing. “Mengingat pentingnya orientasi ini, saya berharap peserta dapat mengikuti dengan baik semua materi yang akan disampaikan selama orientasi,” kata Thomas. Sementara ketua panitia pelaksana Heronimus Piripo menjelaskan, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan Orientasi PPPK ini adalah sebanyak 160 orang, terdiri atas 159 pegawai PPPK Jabatan Fungsional Guru, Tenaga Kesehatan, dan Tenaga Teknis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Asmat Formasi Tahun 2025, serta 1 peserta formasi Tahun 2022 yang sebelumnya belum dapat mengikuti orientasi karena sakit. Kegiatan Orientasi PPPK Kabupaten Asmat Tahun 2026 ini dilaksanakan selama tiga hari, terhitung mulai hari Rabu, 05 Agustus 2026 sampai dengan Jumat, 07 Agustus 2026. Reporter : Elgo Wohel editor : Dhias Suwandi
0 Comments
Leave a Reply. |

RSS Feed