SETDA.ASMATKAB.GO.ID
  • Home
  • KANTOR BUPATI
    • Visi Dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Produk Hukum
    • Peraturan Daerah
    • Peraturan Bupati
    • Keputusan Bupati
  • PERDA PERBUP
  • BERITA
  • BERITA VIDEO YOUTUBE

February 24th, 2026

2/24/2026

0 Comments

 
Picture
ASMAT, Seputarpapua.com | Bupati Kabupaten Asmat Thomas Eppe Safanpo, didampingi Wakil Bupati Yoel Manggaprou bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), meresmikan Pasar Ikan Mama-Mama Papua di Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Selatan, Selasa (24/2/2026).
Pembangunan pasar ikan berkonstruksi beton permanen ini berlokasi di kawasan Pasar Lama, Jalan Yos Sudarso, Distrik Agats.
Dalam sambutannya, Bupati Thomas menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Perindagkop), Usaha Kecil Menengah, dan Tenaga Kerja beserta jajarannya.
Ia menilai pembangunan ini merupakan langkah nyata dalam menyediakan fasilitas yang layak bagi pedagang lokal.
“Selama ini, mama-mama Papua kita berjualan ikan di pinggir jalan dan emperan toko. Hal ini sebenarnya cukup mengganggu karena fungsi jalan adalah untuk lalu lintas orang, bukan tempat berjualan,” kata Bupati Thomas.
Ia berharap dengan hadirnya pasar ini, para pedagang tidak lagi berjualan di trotoar atau depan kios orang lain.
Mengingat biaya pembangunan yang cukup besar, Bupati mengimbau agar fasilitas tersebut dijaga dengan bijaksana.
“Pembangunan pasar ikan ini menggunakan anggaran yang tidak sedikit. Karena itu, gunakanlah tempat ini secara bijaksana, jaga kebersihan, dan rawat fasilitas ini dengan baik agar nyaman digunakan untuk berjualan,” pesannya.
Bupati juga menekankan pentingnya pembayaran retribusi sebagai bentuk kontribusi masyarakat terhadap pemeliharaan fasilitas publik.
Menurutnya, retribusi tersebut akan digunakan kembali untuk biaya operasional gedung, seperti pembayaran listrik, biaya pemeliharaan, hingga gaji petugas keamanan di area pasar.
“Kita mendapatkan fasilitas, tetapi kita juga harus berkontribusi kepada pemerintah melalui retribusi. Inilah cara agar pemerintah bisa terus memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bupati meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk mengawasi penggunaan fasilitas ini agar tetap tertib. Ia juga menegaskan komitmen pemerintahannya dalam membenahi tata kota Agats.
“Kepemimpinan saya bersama Wakil Bupati Yoel Manggaprou baru berjalan satu tahun, masih ada empat tahun ke depan. Fasilitas sudah dibangun, baik pasar ikan maupun pasar sayur. Ke depannya, pedagang yang masih berjualan di pinggir jalan akan kita tertibkan,” tegas Bupati.
Plt. Kepala Dinas Perindagkop Kabupaten Asmat, Melianus Jitmau, menjelaskan pembangunan pasar ikan ini bersumber dari APBD Kabupaten Asmat tahun anggaran 2025 melalui Dana Otonomi Khusus (Otsus) Specific Grant.
Total nilai pembangunan mencapai Rp1.472.974.165 (Satu miliar empat ratus tujuh puluh dua juta sembilan ratus tujuh puluh empat ribu seratus enam puluh lima rupiah).
“Pasar ikan ini memiliki 18 lapak meja beton. Jika dimaksimalkan, tempat ini mampu menampung hingga 36 pelaku usaha mama-mama Papua di sektor perikanan,” pungkas Melianus.
Reporter : Elgo Wohel
​
editor : Aditra

0 Comments

Kampung Nelayan Merah Putih Bupati Asmat, Terbukanya Lapangan Kerja Baru bagi Masyarakat

2/24/2026

0 Comments

 
Picture
ASMAT, Seputarpapua.com | Bupati Kabupaten Asmat, Thomas Eppe Safanpo, meletakkan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kampung Kaye, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Selasa (24/2/2026).
Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kampung Kaye ini, dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia.
Proyek ini dikerjakan oleh PT Zegar Inti Papua dengan sumber pendanaan dari APBN tahun anggaran 2025-2026. Pelaksanaan pembangunan ditargetkan dalam waktu 180 hari kalender.
Bupati Thomas Eppe Safanpo mengatakan, laut adalah sumber kehidupan dan sumber kemakmuran bagi masyarakat yang sudah turun temurun menjadi nelayan.
Karena itu, sudah menjadi kewajiban bersama untuk terus meningkatkan kesejahteraan para nelayan dan pelaku usaha perikanan di seluruh pelosok wilayah Kabupaten Asmat termasuk di Kampung Kaye.
“Program kampung nelayan merah putih merupakan wujud nyata dari komitmen Pemerintah Kabupaten Asmat dalam mendukung program nasional yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk memperkuat sektor kelautan dan perikanan demi terwujudnya kedaulatan pangan, khusunya dari sektor perikanan,” kata Bupati Thomas Eppe Safanpo.
Menurutnya, program ini bukan sekadar pembangunan fisik semata, melainkan merupakan upaya terpadu untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan nelayan serta keluarganya secara berkelanjutan.
Melalui pembangunan kampung nelayan di Kampung Kaye ini, Pemerintah berharap akan terwujud berbagai kemajuan, antara lain, tersedianya fasilitas penangkapan dan pengolahan ikan yang modern dan memadai, meningkatnya produktivitas dan nilai tambah hasil tangkapan nelayan, terbukanya peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar, serta meningkatkan akses nelayan terhadap sarana produksi, permodalan, dan teknologi perikanan yang ramah lingkungan.
“Saya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan program ini. Pemerintah Kabupaten Asmat berkomitmen penuh untuk memastikan pembangunan ini berjalan lancar, tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran,” katanya.
Namun demikian, keberhasilan program ini sangat bergantung pada dukungan, partisipasi aktif, dan rasa memiliki dari seluruh masyarakat Kampung Kaye dan sekitarnya.
“Kepada seluruh masyarakat nelayan Kampung Kaye, Syuru dan Aswetsy, saya sampaikan bahwa pembangunan ini adalah untuk bapak-ibu dan saudara-saudara semua. Mari kita jaga dan rawat setiap infrastruktur yang dibangun agar dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi yang akan datang,” pungkasnya.
Reporter : Elgo Wohel
​Editor :
Saldi Hermanto


0 Comments

Wabup Asmat Resmikan SPPG Tame Ayetu di Agats, Layani 1041 Penerima Manfaat

2/24/2026

0 Comments

 
Picture
ASMAT, Seputarpapua.com | Wakil Bupati Asmat, Yoel Manggaprou, meresmikan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tame Ayetu di Jalan Yapis, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Selasa (24/2/2026). Satuan ini dikelola oleh Yayasan Siwa Lima Garuda.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Yoel Manggaprou menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu Program Strategis Nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Program ini dinilai sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Asmat dalam meningkatkan mutu pendidikan serta kesehatan masyarakat.
Menurut Yoel, Program MBG telah berjalan di Asmat sejak tahun 2025. Saat ini, Kabupaten Asmat memiliki empat unit SPPG, di mana tiga di antaranya telah beroperasi, yakni SPPG Ambas Cem, SPPG Pasar Dolog, SPPG Tame Ayetu.
​Sementara itu, satu unit SPPG lainnya di Distrik Atsj masih dalam tahap persiapan dan akan segera beroperasi dalam waktu dekat.
“Dapur SPPG ini merupakan unit operasional utama yang bertanggung jawab mengelola produksi hingga distribusi makanan bergizi bagi siswa sekolah, mulai dari PAUD hingga SMA, termasuk para guru,” ujar Yoel.
Selain siswa, program ini juga menyasar kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai upaya nyata pencegahan stunting di Kabupaten Asmat.
​Wabup Yoel menekankan empat poin krusial yang harus dipatuhi oleh seluruh pengelola SPPG di Kabupaten Asmat.
Pertama fungsi dan standar 0perasional, dimana dapur harus selalu bersih dan memenuhi standar Badan Gizi Nasional, mencakup aspek sanitasi, gizi seimbang, dan keamanan pangan.
Kedua target kalori:, dimana etiap porsi makanan dirancang memiliki kandungan 600–700 kalori dengan komposisi lengkap (karbohidrat, protein, vitamin, zat besi, dan yodium).
Ketiga, pengawasan ketat, dimana Kepala SPPG wajib memantau seluruh proses, mulai dari pemilihan bahan baku segar hingga distribusi, demi menjaga kualitas mutu.
Keempat, dampak ekonomi lokal, dimana emberdayakan tenaga kerja sekitar dan menyerap hasil bumi petani serta nelayan lokal.
Wabup Yoel juga meminta seluruh penyuplai lokal memiliki izin resmi dari Dinas PTSP Kabupaten Asmat.
“Saya meminta hal ini menjadi perhatian serius bagi Yayasan Siwa Lima Garuda, ahli gizi, akuntan, pengawas lapangan, hingga para relawan. Semoga pelayanan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.​
Sementara itu, SPPG Tame Ayetu melayani total 1.041 penerima manfaat. Adapun rincian pendistribusian di beberapa sekolah di Distrik Agats diantaranya:SD Negeri Mbait 496 porsi, SD Darussalam 507 porsi dan SMIT Ma’Arif 38 porsi.
Reporter : Elgo Wohel
​
editor : Aditra

0 Comments
<<Previous
Forward>>

    Author

    Write something about yourself. No need to be fancy, just an overview.

    Categories

    All

    RSS Feed

copyright setda.asmatkab.go.id ©July/7 2025
  • Home
  • KANTOR BUPATI
    • Visi Dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Produk Hukum
    • Peraturan Daerah
    • Peraturan Bupati
    • Keputusan Bupati
  • PERDA PERBUP
  • BERITA
  • BERITA VIDEO YOUTUBE