ASMAT, Seputarpapua.com | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asmat terus memperkuat strategi pencegahan dan percepatan penurunan stunting melalui pelaksanaan Analisis Situasi yang melibatkan 13 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengampu, 25 distrik, 22 puskesmas, serta para operator data. Kegiatan Analisis Situasi ini berlangsung sejak tanggal 2 hingga 6 Februari 2026 di Aula Woroucem Kesbangpol, Kabupaten Asmat, Papua Selatan. Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Asmat, Riechard Mirino, saat menutup Kegiatan ini mewakili Bupati Asmat Thomas Eppe Safanpo menyampaikan, dari hasil analisis situasi, akan menjadi dasar bagi pemkab untuk meningkatkan upaya pencegahan dan penurunan stunting di daerah. “Kita telah mengidentifikasi masalah-masalah yang menyebabkan stunting, seperti kurangnya akses ke layanan kesehatan, gizi dan sanitasi, serta kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting,” kata Riechard Mirino. Ia berharap rekomendasi dan komitmen yang dihasilkan dari kegiatan ini dapat diimplementasikan dengan baik dan efektif. Menurutnya, keterlibatan semua pihak sangat dibutuhkan untuk mengawal pelaksanaan program percepatan penurunan stunting, bahkan zero stunting di tahun 2030 bisa dicapai sebagaimana target tujuan pembangunan berkelanjutan. “Dengan demikian, kita harus pastikan edukasi publik dan penyuluhan sebagai salah satu pilar pencegahan stunting, sehingga demikian, kesadaran masyarakat akan terbangun dan timbul keinginan untuk turut berpartisipasi aktif dalam mempercepat penurunan stunting,” pungkasnya. Reporter : Elgo Wohel editor : Saldi Hermanto
0 Comments
ASMAT, PL– Tanggal 5 Februari bukan sekadar angka dalam kalender bagi masyarakat di Tanah Papua. Ia adalah pengingat akan sebuah titik balik peradaban. Menandai 171 tahun perjalanan iman tersebut, Pemerintah Kabupaten Asmat bersama jemaat GKI melangsungkan ibadah syukur yang penuh khidmat di Gedung Gereja Jemaat GKI Agats, Kamis (5/2/26). Hadir mewakili Bupati Asmat, Sekretaris Daerah (Sekda) Absalom Amiyaram membawa pesan sentral mengenai bagaimana “Terang” yang dibawa oleh para misionaris lebih dari satu abad lalu harus mewujud dalam tindakan nyata pembangunan masa kini. Ibadah yang dipimpin oleh Ketua Klasis GKI Buciwew Akat Asmat, Pdt. Simon Rumbrawer, S.Th, mengusung tema besar “Pertobatan Mendatangkan Keselamatan.” Tema ini menjadi jangkar bagi Sekda Absalom dalam menyampaikan sambutannya. Menurutnya, esensi dari peringatan Pekabaran Injil (PI) adalah panggilan untuk melakukan perubahan paradigma yang radikal. “Injil memanggil setiap pribadi untuk bertobat secara sungguh-sungguh. Ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan perpindahan paradigma dari kegelapan menuju terang, dan dari kebencian menuju kasih yang mempersatukan,” tegas Absalom di hadapan ratusan jemaat yang hadir. Ia menambahkan bahwa selama 171 tahun, Injil telah menjadi guru bagi masyarakat Papua, mendewasakan karakter tidak hanya dalam kehidupan rohani di dalam gereja, tetapi juga dalam etika berbangsa dan bernegara. Dalam momentum bersejarah ini, Pemerintah Kabupaten Asmat menekankan pentingnya menjaga harmoni di tengah keberagaman. Sekda Absalom berharap peringatan tahun ini memperkuat posisi Asmat sebagai wilayah yang menjunjung tinggi toleransi. “Mari kita jadikan momentum ini untuk mempererat tali persaudaraan. Kita pastikan toleransi di Kabupaten Asmat tetap terjaga dan menjadi teladan bagi daerah lain di Tanah Papua,” tuturnya. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kehadiran Injil telah meletakkan fondasi kedamaian yang “melampaui segala akal budi.” Fondasi inilah yang menurutnya menjadi modal utama pemerintah dalam membangun infrastruktur dan sumber daya manusia di Asmat. Menyadari kompleksitas tantangan pembangunan di daerah tersebut, Sekda Absalom secara terbuka mengajak institusi gereja dan seluruh elemen masyarakat, termasuk pemeluk keyakinan lain, untuk saling bahu-membahu. “Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri. Kami butuh dukungan gereja, jemaat, dan seluruh saudara kita dari berbagai latar belakang untuk mengawal serta menyukseskan proses pembangunan yang sedang berlangsung di Kabupaten Asmat,” ajaknya. Acara tersebut juga diwarnai dengan pembacaan sambutan Badan Pekerja Sinode GKI di Tanah Papua oleh Wakil Sekretaris Klasis, Marthen Parura. Naskah tersebut membawa ingatan jemaat kembali ke masa 1855, saat Carl Wilhelm Ottow dan Johann Gottlob Geissler pertama kali mendarat di Pulau Mansinam. “Peristiwa 5 Februari 1855 bukan sekadar catatan usang di buku sejarah. Itu adalah pengakuan iman yang hidup. Doa mereka, ‘Dalam nama Tuhan kami injak tanah ini,’ adalah permohonan kekuatan yang hingga kini masih menjadi api semangat pelayanan di Papua,” ungkap Marthen saat membacakan sambutan tersebut. Peringatan HUT PI ke-171 ini ditutup dengan harapan agar nilai-nilai Injil terus membawa damai sejahtera dan harapan baru bagi gereja serta seluruh lapisan masyarakat di Tanah Papua, khususnya di bumi “Lumpur Eksotis” Asmat.(Redaksi) ASMAT, Seputarpapua.com | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asmat mengikuti Entry Meeting Pemeriksaan Interim Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Asmat Tahun 2025 yang dilaksanakan oleh Tim Pemeriksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Papua Selatan. Kegiatan Entry Meeting tersebut berlangsung di Gedung Wiyata Mandala, Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat, Selasa (3/2/2026). Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Asmat, Riechard Mirino, mewakili Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanpo, menyampaikan bahwa pemeriksaan interim ini bertujuan untuk melakukan pengujian awal atas sistem pengendalian intern serta transaksi keuangan daerah tahun anggaran 2025 dan tahun berjalan. Ia menegaskan kepada seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) beserta jajarannya agar bersikap kooperatif dan memberikan dukungan penuh kepada Tim Pemeriksa BPK selama proses pemeriksaan berlangsung, khususnya terkait kesiapan dan kelengkapan data yang dibutuhkan. “Saya menekankan kepada seluruh kepala OPD dan jajarannya agar bersikap kooperatif, responsif, serta menyiapkan seluruh dokumen dan data yang dibutuhkan guna mendukung kelancaran pemeriksaan interim oleh BPK,” tegas Riechard Mirino. Lebih lanjut, Pemkab Asmat berharap melalui pemeriksaan interim ini, pengelolaan keuangan daerah dapat semakin tertib, akuntabel, dan transparan. Selain itu, hasil pemeriksaan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam memperbaiki tata kelola keuangan ke depan. “Harapan kami, pelaksanaan pemeriksaan interim ini dapat meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah, serta Pemerintah Kabupaten Asmat dapat mempertahankan capaian opini audit yang telah diraih sebelumnya,” pungkasnya. Reporter : Elgo Wohel editor : Saldi Hermanto |



RSS Feed