“Pemerintah provinsi juga telah memprogramkan bantuan lanjutan, salah satunya pembangunan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih para penghuni asrama,” kata Thomas. Ia menambahkan, keterikatan emosional dan latar belakang pendidikan menjadi salah satu pendorong perhatian besar Pemprov Papua Selatan terhadap lembaga pendidikan keagamaan di wilayah tersebut. “Gubernur Papua Selatan pertama yang kini menjadi gubernur definitif adalah putra Asmat. Beliau dan saya merupakan produk didikan gereja, sehingga kami tentu tidak bisa tutup mata terhadap kebutuhan lembaga pendidikan seperti ini,” ujarnya. Meski pemerintah daerah menghadapi penyesuaian anggaran selama dua tahun berturut-turut, Thomas menegaskan komitmen Pemkab Asmat untuk terus mendukung sektor pendidikan. Dalam kesempatan itu, ia juga berharap Pemprov Papua Selatan dapat kembali mengalokasikan anggaran untuk fasilitas pendukung lainnya. “Saat ini baru asrama putra yang terbangun. Kami berharap jika ada kelonggaran fiskal, Bapak Gubernur dapat membantu pembangunan asrama putri,” tutur Thomas. Ia menegaskan, investasi pada sekolah berasrama sangat penting demi mencetak generasi muda yang berdaya saing global. Reporter : Elgo Wohel editor : Aditra
0 Comments
Leave a Reply. |

RSS Feed