ASMAT, Seputarpapua.com | Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo meresmikan Gedung Asrama Pelajar dan Laboratorium Komputer Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) Seminari Yohanes Penginjil di Kampung Mbait, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Sabtu (1/8/2026). Acara peresmian tersebut didampingi Bupati Asmat Thomas Eppe Safanpo serta dihadiri Wakil Bupati Asmat Yoel Manggaprou, jajaran Forkopimda Provinsi Papua Selatan dan Kabupaten Asmat, para pastor, tokoh masyarakat, guru, hingga para siswa. Rangkaian kegiatan diawali dengan Misa Ekaristi Syukuran serta pemberkatan gedung asrama dan ruang komputer yang dipimpin oleh Pastor Innocentius Rettobjaan. Dalam sambutannya, Gubernur Apolo Safanpo menegaskan bahwa penyelenggaraan pendidikan umum bertujuan memberikan ilmu pengetahuan (knowledge education) dan keterampilan (skill education). Namun, lembaga pendidikan keagamaan memiliki peran krusial dalam memberikan pendidikan nilai (value education) atau karakter. “Tujuan pendidikan keagamaan adalah membentuk anak-anak agar berlaku jujur, adil, disiplin, serta saling menghargai dan menghormati. Dalam UU Nomor 20 Tahun 2003, ini disebut sebagai pendidikan budi pekerti,” ujar Apolo. Ia menambahkan, pendidikan pola asrama sangat selaras dengan tujuan pembangunan nasional untuk menciptakan manusia Indonesia yang utuh. Menurutnya, rekam jejak kepemimpinan dalam sejarah peradaban manusia tidak hanya dinilai dari kecerdasan, melainkan dari integritas dan karakter. “Kami berharap asrama ini menjadi wadah pembentukan budi pekerti. Selain mendapatkan ilmu dan keterampilan di sekolah, para siswa juga memperoleh pendidikan nilai di asrama,” tuturnya. Pada kesempatan tersebut, Apolo mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Selatan telah membangun empat unit asrama di Kabupaten Asmat, Mappi, Boven Digoel, dan Merauke pada tahun 2024. Pemprov berkomitmen melanjutkan pembangunan empat asrama baru setiap tahunnya di empat kabupaten tersebut, dengan prioritas bagi anak-anak asli Papua (OAP). Menanggapi aspirasi Bupati Asmat, Gubernur secara langsung menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Papua Selatan untuk membangun satu unit sumur bor di kompleks asrama melalui APBD Perubahan tahun ini. Selain itu, Dinas Pendidikan Papua Selatan juga diminta mengalokasikan anggaran operasional asrama mulai APBD Perubahan 2026. “Upaya ini dilakukan secara bertahap untuk membantu pemerintah daerah, masyarakat, keuskupan, serta lembaga keagamaan dalam meringankan beban penyelenggaraan pendidikan di wilayah Papua Selatan,” pungkas Apolo. Reporter : Elgo Wohel editor : Aditra
0 Comments
Leave a Reply. |

RSS Feed