SETDA.ASMATKAB.GO.ID
  • Home
  • KANTOR BUPATI
    • Visi Dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Produk Hukum
    • Peraturan Daerah
    • Peraturan Bupati
    • Keputusan Bupati
  • PERDA PERBUP
  • BERITA
  • BERITA VIDEO YOUTUBE

Sekda Asmat Ajak Generasi Muda Jadikan Pancasila sebagai “Living Ideology “

6/8/2026

0 Comments

 
Picture
ASMAT, Seputarpapua.com | Pemerintah Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Selatan, menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Yos Sudarso, Agats, Senin (1/6/2026).​
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia”.​
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Asmat, Absalom Amiyaram, mewakili Bupati Thomas Eppe Safanpo, membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi.​
Dalam pidato tersebut, ditegaskan bahwa Pancasila adalah bintang penuntun yang telah terbukti tangguh di tengah dunia yang penuh ketidakpastian dan ancaman fragmentasi.
Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata keberagaman, yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik, dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan.
”Pancasila adalah jangkar moral kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik,” ujar Sekda Absalom.​
Ia menambahkan bahwa Indonesia bukan sekadar penonton di kancah dunia. Sesuai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk turut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.​
Menurutnya, Pancasila merupakan fondasi kebijakan luar negeri Indonesia. Politik luar negeri yang bebas aktif, serta nilai musyawarah dan mufakat, menjadi instrumen diplomasi yang krusial untuk menjembatani perbedaan dan meredam konflik global.​
Sebagai bangsa besar, Indonesia terus menunjukkan kepemimpinan nyata. Kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peran dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah adalah pengejawantahan dari sila kedua Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.​
“Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia,” tuturnya.​
Ia juga menegaskan bahwa kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral akan menyesatkan. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penopang masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology).​
“Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau sekadar teks dalam buku sejarah,” tegasnya.​
Pada kesempatan tersebut, Sekda juga berpesan agar setiap kebijakan publik yang lahir harus berlandaskan pada keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat kecil, dan memastikan tidak ada rakyat yang terabaikan.​
“Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita,” pungkasnya.
Reporter : Elgo Wohel
​
editor : Aditra

0 Comments



Leave a Reply.

    Author

    Write something about yourself. No need to be fancy, just an overview.

    Categories

    All

    RSS Feed

copyright setda.asmatkab.go.id ©July/7 2025
  • Home
  • KANTOR BUPATI
    • Visi Dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Produk Hukum
    • Peraturan Daerah
    • Peraturan Bupati
    • Keputusan Bupati
  • PERDA PERBUP
  • BERITA
  • BERITA VIDEO YOUTUBE