ASMAT, Seputarpapua.com | Bupati Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Thomas Eppe Safanpo, meresmikan Taman Kanak-Kanak (TK) Terpadu Negeri 1 Syuru, Distrik Agats, Selasa (6/1/2026). Dalam sambutannya, Bupati Thomas Eppe Safanpo menegaskan pentingnya membangun kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Menurutnya, tantangan ke depan tidak lagi hanya menilai seseorang dari ijazah, melainkan dari keterampilan dan kompetensi yang dimiliki. “Bagaimana kita bisa menciptakan dan membentuk generasi yang memiliki daya saing. Kedepan, orang tidak lagi bertanya soal ijazah, tetapi melihat skill dan kompetensi,” ujar Thomas Eppe Safanpo. Ia menjelaskan, kehadiran TK Terpadu Negeri 1 Syuru merupakan langkah awal untuk membentuk generasi Asmat yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi yang kuat sejak dini. “Inilah yang kita gagas hari ini. Kita mau membentuk generasi yang bukan sekadar punya ijazah, tetapi memiliki kompetensi,” kata Bupati Thomas Safanpo. Bupati juga mengungkapkan bahwa tenaga pendidik di TK tersebut direkrut secara selektif dari Medan dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Dari 46 peserta yang mengikuti proses seleksi, hanya 15 orang yang dinyatakan lulus.“Ke depan, kita akan menambah lagi tenaga guru untuk tiga TK percontohan yang sama dan akan kita luncurkan,” jelas Bupati Thomas. Menurutnya, pembangunan pendidikan merupakan kerja peradaban jangka panjang yang hasilnya baru akan dirasakan dalam kurun waktu 15 hingga 20 tahun mendatang. “Ini kerja peradaban. Kita ingin membentuk peradaban baru bagi generasi Asmat ke depan, dan kita mulai dari sekarang,” tegas Bupati Thomas. Ia pun berharap dukungan penuh dari Dinas Pendidikan serta seluruh pemangku kepentingan terkait agar program tersebut dapat berjalan optimal. Kepada para orang tua di Kampung Syuru, Aswet, dan Kaye, Bupati mengajak agar memanfaatkan fasilitas pendidikan yang telah disiapkan pemerintah. “Kalau mau anak-anak pintar, masukkan mereka ke TK ini. Pemerintah sudah menghadirkan pelayanan belajar, tinggal bagaimana bapak dan ibu memanfaatkannya,” ujarnya. Ke depan, kurikulum di TK Terpadu Negeri 1 Syuru juga direncanakan akan memasukkan pembelajaran Bahasa Inggris. Bupati optimistis anak-anak Asmat memiliki kemampuan yang sangat baik untuk berkembang. Selain itu, pada tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Asmat melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk meluncurkan layanan administrasi kependudukan bagi anak-anak, termasuk penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA). “Anak-anak yang belum memiliki KIA akan kita data dan kita terbitkan. Ini penting agar ke depan tidak ada lagi perbedaan nama saat masuk SD hingga SMP yang menyebabkan masalah di data pokok pendidikan (Dapodik),” pungkasnya. Reporter : Elgo Wohel editor : Iba
0 Comments
Leave a Reply. |

RSS Feed