ASMAT, Seputarpapua.com | Bupati Kabupaten Asmat, Thomas Eppe Safanpo, meletakkan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kampung Kaye, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Selasa (24/2/2026). Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kampung Kaye ini, dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia. Proyek ini dikerjakan oleh PT Zegar Inti Papua dengan sumber pendanaan dari APBN tahun anggaran 2025-2026. Pelaksanaan pembangunan ditargetkan dalam waktu 180 hari kalender. Bupati Thomas Eppe Safanpo mengatakan, laut adalah sumber kehidupan dan sumber kemakmuran bagi masyarakat yang sudah turun temurun menjadi nelayan. Karena itu, sudah menjadi kewajiban bersama untuk terus meningkatkan kesejahteraan para nelayan dan pelaku usaha perikanan di seluruh pelosok wilayah Kabupaten Asmat termasuk di Kampung Kaye. “Program kampung nelayan merah putih merupakan wujud nyata dari komitmen Pemerintah Kabupaten Asmat dalam mendukung program nasional yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk memperkuat sektor kelautan dan perikanan demi terwujudnya kedaulatan pangan, khusunya dari sektor perikanan,” kata Bupati Thomas Eppe Safanpo. Menurutnya, program ini bukan sekadar pembangunan fisik semata, melainkan merupakan upaya terpadu untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan nelayan serta keluarganya secara berkelanjutan. Melalui pembangunan kampung nelayan di Kampung Kaye ini, Pemerintah berharap akan terwujud berbagai kemajuan, antara lain, tersedianya fasilitas penangkapan dan pengolahan ikan yang modern dan memadai, meningkatnya produktivitas dan nilai tambah hasil tangkapan nelayan, terbukanya peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar, serta meningkatkan akses nelayan terhadap sarana produksi, permodalan, dan teknologi perikanan yang ramah lingkungan. “Saya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan program ini. Pemerintah Kabupaten Asmat berkomitmen penuh untuk memastikan pembangunan ini berjalan lancar, tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran,” katanya. Namun demikian, keberhasilan program ini sangat bergantung pada dukungan, partisipasi aktif, dan rasa memiliki dari seluruh masyarakat Kampung Kaye dan sekitarnya. “Kepada seluruh masyarakat nelayan Kampung Kaye, Syuru dan Aswetsy, saya sampaikan bahwa pembangunan ini adalah untuk bapak-ibu dan saudara-saudara semua. Mari kita jaga dan rawat setiap infrastruktur yang dibangun agar dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi yang akan datang,” pungkasnya. Reporter : Elgo Wohel Editor : Saldi Hermanto
0 Comments
ASMAT, Seputarpapua.com | Wakil Bupati Asmat, Yoel Manggaprou, meresmikan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tame Ayetu di Jalan Yapis, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Selasa (24/2/2026). Satuan ini dikelola oleh Yayasan Siwa Lima Garuda. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Yoel Manggaprou menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu Program Strategis Nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Program ini dinilai sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Asmat dalam meningkatkan mutu pendidikan serta kesehatan masyarakat. Menurut Yoel, Program MBG telah berjalan di Asmat sejak tahun 2025. Saat ini, Kabupaten Asmat memiliki empat unit SPPG, di mana tiga di antaranya telah beroperasi, yakni SPPG Ambas Cem, SPPG Pasar Dolog, SPPG Tame Ayetu. Sementara itu, satu unit SPPG lainnya di Distrik Atsj masih dalam tahap persiapan dan akan segera beroperasi dalam waktu dekat. “Dapur SPPG ini merupakan unit operasional utama yang bertanggung jawab mengelola produksi hingga distribusi makanan bergizi bagi siswa sekolah, mulai dari PAUD hingga SMA, termasuk para guru,” ujar Yoel. Selain siswa, program ini juga menyasar kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai upaya nyata pencegahan stunting di Kabupaten Asmat. Wabup Yoel menekankan empat poin krusial yang harus dipatuhi oleh seluruh pengelola SPPG di Kabupaten Asmat. Pertama fungsi dan standar 0perasional, dimana dapur harus selalu bersih dan memenuhi standar Badan Gizi Nasional, mencakup aspek sanitasi, gizi seimbang, dan keamanan pangan. Kedua target kalori:, dimana etiap porsi makanan dirancang memiliki kandungan 600–700 kalori dengan komposisi lengkap (karbohidrat, protein, vitamin, zat besi, dan yodium). Ketiga, pengawasan ketat, dimana Kepala SPPG wajib memantau seluruh proses, mulai dari pemilihan bahan baku segar hingga distribusi, demi menjaga kualitas mutu. Keempat, dampak ekonomi lokal, dimana emberdayakan tenaga kerja sekitar dan menyerap hasil bumi petani serta nelayan lokal. Wabup Yoel juga meminta seluruh penyuplai lokal memiliki izin resmi dari Dinas PTSP Kabupaten Asmat. “Saya meminta hal ini menjadi perhatian serius bagi Yayasan Siwa Lima Garuda, ahli gizi, akuntan, pengawas lapangan, hingga para relawan. Semoga pelayanan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. Sementara itu, SPPG Tame Ayetu melayani total 1.041 penerima manfaat. Adapun rincian pendistribusian di beberapa sekolah di Distrik Agats diantaranya:SD Negeri Mbait 496 porsi, SD Darussalam 507 porsi dan SMIT Ma’Arif 38 porsi. Reporter : Elgo Wohel editor : Aditra ASMAT, Seputarpapua.com | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asmat, Provinsi Papua Selatan meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasar Dolog, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Senin (23/2/2026). Peresmian SPPG Pasar Dolog Agats yang dikelola Yayasan Siwa Lima Garuda tersebut dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Asmat, Absalom Amiyaram, mewakili Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanpo. Sekda Asmat, Absalom Amiyaram menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan bagian dari program prioritas Presiden Republik Indonesia yang kini mulai dirasakan hingga ke pelosok timur Indonesia, termasuk Kabupaten Asmat. Ia menjelaskan, dirinya diberikan kepercayaan sebagai Ketua Satgas MBG Kabupaten Asmat untuk menindaklanjuti program tersebut agar dapat berjalan optimal dan menjangkau sekolah-sekolah yang menjadi sasaran penerima manfaat. “Program MBG ini bisa hadir di Kabupaten Asmat merupakan sebuah apresiasi dan kehormatan bagi kita semua. Peresmian ini akan menjadi laporan tindak lanjut kepada pimpinan daerah sekaligus bentuk komitmen kita dalam mendukung program nasional,” Kata Sekda Absalom Amiyaram. Absalom menegaskan, pemerintah daerah akan terus melakukan peninjauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG di setiap sekolah. Ia berharap program tersebut dapat berjalan dengan baik dan mendapat penilaian positif dari pemerintah pusat. Sementara itu, Koordinator MBG Wilayah Asmat, Halima Sadat, menyebutkan jumlah penerima manfaat pada SPPG Pasar Dolog Agats, Yayasan Siwa Lima Garuda sebanyak 1.115 orang. “Penerima manfaat tersebut terdiri dari siswa TK Negeri I Syuru, TK Terpadu Negeri 3 Agats, dan SMA Negeri 1 Agats, serta guru yang turut masuk dalam daftar penerima manfaat,” ujar Halima Sadat. Selain itu, program MBG juga menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Reporter : Elgo Wohel editor : Dhias Suwandi |



RSS Feed