SETDA.ASMATKAB.GO.ID
  • Home
  • KANTOR BUPATI
    • Visi Dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Produk Hukum
    • Peraturan Daerah
    • Peraturan Bupati
    • Keputusan Bupati
  • PERDA PERBUP
  • BERITA
  • BERITA VIDEO YOUTUBE

Merawat Warisan Leluhur, Bupati Buka Festival Asmat Pokman ke-38

10/12/2026

0 Comments

 
Picture
AGATS, Seputarpapua.com | Festival Asmat Pokman (FAP) ke-38 resmi dibuka oleh Bupati Asmat Thomas Eppe Safanpo di Lapangan Yos Sudarso, Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Rabu (7/10/2026).
Pembukaan ajang tahunan ini dihadiri oleh Uskup Agats Mgr. Aloysius Murwito, O.F.M., Ketua Lembaga Musyawarah Adat (LMA) Kabupaten Asmat David Jimanipits, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Berlangsung hingga 10 Oktober 2026, festival ini mengusung tema “Mengukir Warisan Asmat, Merajut Ekonomi Kreatif.”
Dalam sambutannya, Bupati Thomas Eppe Safanpo mengungkapkan bahwa FAP ke-38 ini sejatinya dijadwalkan pada 2025 namun sempat tertunda.
Kendati demikian, berbagai kendala seperti bencana kabut asap akibat kebakaran lahan di Papua Selatan serta efisiensi anggaran dari pemerintah pusat tidak menyurutkan niat Keuskupan, pemerintah dan masyarakat untuk tetap menggelar acara sesuai jadwal.
“Hari ini sejumlah tamu dari luar Asmat, seperti dari Jakarta dan Jayapura, masih tertahan di Timika, termasuk Anggota DPD RI Rudy Tirtayana. Rencana kedatangan Gubernur Papua Barat Daya Bapak Elisa Kambu dan rombongan juga masih dikoordinasikan,” ujar Bupati Thomas.
Ia menegaskan, di tengah tantangan ekonomi dan efisiensi anggaran yang berdampak pada sektor swasta serta daya beli masyarakat dalam dua tahun terakhir, Pemkab Asmat bersama Keuskupan Agats dan seluruh mitra tetap berkomitmen menyukseskan festival ini.
Bupati Thomas juga mengenang sejarah lahirnya kegiatan ini. Menurutnya, FAP yang awalnya merupakan lomba ukir tradisional telah bertransformasi menjadi pesta budaya berkat inisiatif gereja. Upaya ini dilakukan secara konsisten untuk menjaga, merawat, dan mewariskan seni ukir Asmat dari generasi ke generasi agar tidak tergerus zaman.
Sejak Asmat menjadi kabupaten definitif pada 2005 di bawah kepemimpinan Yuvensius A. Biakai, dilanjutkan Elisa Kambu, hingga masa kepemimpinannya saat ini, pemerintah daerah selalu mendukung penuh pelestarian budaya tersebut.
“Seni ukir tidak boleh hilang. Ini adalah identitas budaya kita, jati diri kita. Gereja telah berupaya bersungguh-sungguh untuk menjaga, merawat, dan mewariskan kebudayaan Asmat,” tegas Bupati Thomas.
Sementara itu, Ketua Panitia FAP ke-38, Innocentius Rettobjaan, menjelaskan bahwa berdasarkan arah kebijakan tahun ini, festival difokuskan kembali untuk memperkuat seni ukir sebagai tradisi dan identitas budaya suku Asmat.
Selain pameran seni budaya, acara ini juga diramaikan oleh stan UMKM, kegiatan edukasi, pariwisata, dan berbagai agenda non-kompetisi yang melibatkan masyarakat luas.
Sebelum puncak acara, panitia telah melaksanakan seleksi ketat karya ukiran dan anyaman di sembilan titik di wilayah Kabupaten Asmat pada 3–18 Agustus 2026. Dari proses tersebut, tercatat sebanyak 219 pengukir dan 86 penganyam dinyatakan lolos seleksi.
Innocentius menambahkan, tingginya antusiasme peserta menunjukkan kuatnya akar budaya di tengah masyarakat. Seleksi ini sekaligus memastikan bahwa Festival Asmat Pokman tetap menjaga keaslian karya, karakteristik wilayah, serta etika dalam berkarya.
Selama empat hari ke depan, rangkaian kegiatan dirancang untuk memadukan unsur budaya, pendidikan, pariwisata, ekonomi kreatif, dan promosi daerah secara terpadu.
​Reporter : Elgo Wohel
editor : Aditra


0 Comments



Leave a Reply.

    Author

    Write something about yourself. No need to be fancy, just an overview.

    Categories

    All

    RSS Feed

copyright setda.asmatkab.go.id ©July/7 2025
  • Home
  • KANTOR BUPATI
    • Visi Dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Produk Hukum
    • Peraturan Daerah
    • Peraturan Bupati
    • Keputusan Bupati
  • PERDA PERBUP
  • BERITA
  • BERITA VIDEO YOUTUBE