ASMAT, Seputarpapua.com | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asmat terus memperkuat strategi pencegahan dan percepatan penurunan stunting melalui pelaksanaan Analisis Situasi yang melibatkan 13 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengampu, 25 distrik, 22 puskesmas, serta para operator data. Kegiatan Analisis Situasi ini berlangsung sejak tanggal 2 hingga 6 Februari 2026 di Aula Woroucem Kesbangpol, Kabupaten Asmat, Papua Selatan. Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Asmat, Riechard Mirino, saat menutup Kegiatan ini mewakili Bupati Asmat Thomas Eppe Safanpo menyampaikan, dari hasil analisis situasi, akan menjadi dasar bagi pemkab untuk meningkatkan upaya pencegahan dan penurunan stunting di daerah. “Kita telah mengidentifikasi masalah-masalah yang menyebabkan stunting, seperti kurangnya akses ke layanan kesehatan, gizi dan sanitasi, serta kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting,” kata Riechard Mirino. Ia berharap rekomendasi dan komitmen yang dihasilkan dari kegiatan ini dapat diimplementasikan dengan baik dan efektif. Menurutnya, keterlibatan semua pihak sangat dibutuhkan untuk mengawal pelaksanaan program percepatan penurunan stunting, bahkan zero stunting di tahun 2030 bisa dicapai sebagaimana target tujuan pembangunan berkelanjutan. “Dengan demikian, kita harus pastikan edukasi publik dan penyuluhan sebagai salah satu pilar pencegahan stunting, sehingga demikian, kesadaran masyarakat akan terbangun dan timbul keinginan untuk turut berpartisipasi aktif dalam mempercepat penurunan stunting,” pungkasnya. Reporter : Elgo Wohel editor : Saldi Hermanto
0 Comments
Leave a Reply. |

RSS Feed