ASMAT, PL — Gebernur Provinsi Papua Selatan, Prof.Dr.Ir. Apolo Safanpo, ST, MT melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Asmat dengan agenda penyerahan hibah dermaga penyebrangan kepada Pemerintah Kabupaten Asmat. Kedatangan Gubernur Apolo Safanpo bersama rombongan disambut Bupati Asmat, Thomas Eppe. Safanpo, Wakil Bupati Yoel Manggaprou beserta beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Asmat. Dalam kesempatan tersebut, Dokumen hibah diserahkan langsung oleh Gubernur Apolo Safanpo dan diterima oleh Bupati Thomas Eppe Safanpo. Prosesi penyerahan berlangsung di Dermaga penyebrangan Kamsa, tepat di depan pelabuhan baru, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Jumat, (31/7/ 26). Gebernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, dalam sambutannya mengatakan sekarang ada enam provinsi di tanah Papua dengan harapan bisa mempercepat laju pergerakan pembangunan kesejahteraan di Tanah Papua. “Secara khusus dengan hadirnya Provinsi Papua Selatan, kita berharap bisa membantu mempercepat pembangunan sarana prasarana wilayah, maupun pembangunan sumber daya manusia di wilayah Provinsi Papua Selatan,” ujarnya. Ia menjelaskan, setelah satu tahun memasuki provinsi definitif, kita masih punya empat tahun ke depan dalam masa jabatan kami. Mudah-mudahan kita akan berkontribusi untuk ikut bersama-sama dengan pemerintah kabupaten dalam cakupan wilayah Provinsi Papua Selatan untuk menyediakan sarana prasarana atau infrastruktur dan juga pengembangan sumber daya manusia kita di empat kabupaten dalam cakupan wilayah Papua Selatan. Menurut Apolo, pada tahun 2026 Pemerintah Provinsi Papua Selatan juga ikut bersama-sama dengan pemerintah di empat kabupaten membangun infrastruktur sarana prasarana wilayah di empat kabupaten. “Untuk dermaga penyeberangan ini, perencanaannya kita laksanakan pada tahun 2024 dan pembangunan fisiknya mulai kita laksanakan tahun 2025,” jelasnya. Ia mengungkapkan, pemerintah provinsi telah menyelesaikan dua perencanaan yang kita sudah selesaikan. Yang satu Satu berada di lokasi Dermaga Penyeberangan Ewer, sedangkan satunya lagi merupakan dermaga ferry di Agats yang direncanakan mulai dibangun secara fisik pada tahun depan. Selain pembangunan dermaga, Pemerintah Provinsi Papua Selatan juga melanjutkan pembangunan jalan dan jembatan beton, yang telah dimulai sejak pertama tahun 2023 dan kita lanjutkan di 2024. “Mudah-mudahan untuk ruas yang tersisa ini, menyambung ke sini, kita akan laksanakan di APBD Perubahan tahun 2026,” pungkasnya.(Redaksi)
0 Comments
ASMAT, Seputarpapua.com | Operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Asmat, Papua Selatan, terpaksa dihentikan sementara. Langkah ini diambil akibat menipisnya ketersediaan air bersih yang menjadi kebutuhan vital Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut. Koordinator SPPG Wilayah Kabupaten Asmat, Halimah Sadat, S.Tr.Gz., mengungkapkan bahwa kebijakan penghentian sementara telah diumumkan sejak Selasa (28/7/2026). Kebijakan ini berlaku untuk empat unit SPPG yang tersebar di Kota Agats dan Distrik Atsj. “Penghentian operasional SPPG ini hanya bersifat sementara. Kondisi ini terjadi akibat berkurangnya ketersediaan air bersih selama musim kemarau yang melanda Kabupaten Asmat,” ujar Halimah, Kamis (30/7/2026). Halimah menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) Kabupaten Asmat untuk meminta bantuan pasokan air. Namun, bantuan pasokan air yang disalurkan belum mencukupi kebutuhan operasional harian SPPG. Rencana penghentian sementara ini juga telah dilaporkan dan mendapat persetujuan dari pemerintah pusat mengingat kondisi krisis air yang dinilai mendesak. Sebagai solusi jangka panjang, TNI dijadwalkan akan membangun sumur bor guna menjamin ketersediaan air bersih bagi operasional SPPG ke depan. Sementara untuk solusi jangka pendek, operasional dapur gizi tersebut sangat bergantung pada cuaca. “Jika hujan turun cukup deras dan pasokan air kembali memadai, operasional SPPG akan langsung berjalan normal seperti biasa,” pungkas Halimah. Reporter : Elgo Wohel editor : Aditra ASMAT, Seputarpapua.com | Pemeritah Kabupaten (Pemkab) Asmat melalui Dinas Pendidikan secara resmi melepas para peserta program beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) Tahun 2026. Pelepasan dilakukan oleh Wakil Bupati (Wabup) Asmat, Yoel Manggaprou, berlangsung di Gedung Wiyata Mandala Dinas Pendidian Asmat, Rabu (29/7/2026). Selain para peserta, acara pelepasan juga turut dihadiri para orang tua peserta dan wali, kepala sekolah SMA/SMK serta jajaran pegawai Dinas Pendidikan. Wabup Yoel dalam sambutannya menyampaikan rasa bangganya atas nama Pemerintah Daerah dan juga masyarakat Asmat. “Hari ini adalah bukti nyata bahwa komitmen kita bersama untuk memajukan kualitas sumber daya manusia di tanah Asmat terus membuah hasil yang nyata dan berkelanjutan,” ujar Yoel Manggaprou. Wabup memberikan apresiasi kepada Kepala Dinas Pendidikan beserta seluruh jajaran yang dinilai telah bekerja tanpa kenal lelah, memfasilitasi, mengawal dan mengordinasikan program ADik dari tingkat kementerian hingga ke daerah. Menurutnya, bukan hal mudah yang telah dilakukan, mulai dari pemetaan data, pengawalan verifikasi administrasi hingga koordinasi teknis pemberangkatan. “Terima kasih karena Dinas Pendidikan telah menjadi jembatan yang kokoh dalam mewujudkan mimpi anak-anak kita untuk bisa mengenyam pendidikan tinggi di berbagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia,” katanya. Kepada para orang tua dan wali, Wabup berharap terus memberikan motivasi dan dukungan moral kepada anak-anak, agar mereka senantiasa memiliki pegangan hidup yang kokoh selama menuntut ilmu. Sedangkan kepada 41 peserta ADik Tahun 2026, Wakil Bupati berpesan agar menjaga nama baik Kabupaten Asmat selama menempuh pendidikan di daerah orang. “Di mana pun kalian berada, jagalah nilai-nilai kesantunan, kedisiplinan dan integritas. Tunjukkan bahwa mahasiswa asal Asmat adalah pribadi yang rendah hati, berakhlak mulia, cerdas dan siap bersaing secara positif,” pesan Wabup. Jumlah pelajar Asmat yang lulus perguruan tinggi untuk menempuh pendidikan tinggi di tahun 2026 ini sebanyak 41 orang. Mereka dinyatakan lulus dan diterima sebagai penerima Program ADiK di berbagai Perguruan Tinggi Negeri/Swasta. Adapun kampus-kampus yang dijadikan tujuan para pelajar Asmat mengenyam pendidikan tinggi, yakni: 1. Universitas Diponegoro 2. Universitas Flores 3. Universitas Halu Oleo 4. Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya 5. Universitas Katolik Santo Thomas 6. Universitas Lampung 7. Universitas Maritim Raja Ali Haji atau UMRAH 8. Universitas Negeri Makassar 9. Universitas Ngudi Waluyo 10. Universitas Palangka Raya 11. Universitas Pattimura 12. Universitas Sriwijaya 13. Universitas Tadulako 14. Universitas Widya Mataram 15. Politeknik Maritim Negeri Indonesia 16. Universitas Negeri Yogyakarta Reporter : Elgo Wohel editor : Saldi Hermanto |



RSS Feed