Revisi RTRW Kabupaten Asmat 2026–2046, Lima Kabupaten Berbatasan Gelar Forum Sinkronisasi Tata Ruang12/6/2025 Asmat, PapuaLink.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asmat memulai proses krusial penyusunan Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Asmat untuk periode 2026 hingga 2046. Sebagai langkah awal, Pemkab Asmat menggelar Forum Sinkronisasi Tata Ruang (FSTR) yang melibatkan lima kabupaten yang berbatasan langsung. Kegiatan strategis ini dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Asmat pada Kamis (27/11/25). Forum tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Kabupaten Mimika, Kabupaten Nduga, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Mappi, dan Kabupaten Boven Digoel, serta Kepala Bapperida Provinsi Papua Selatan. RTRW Asmat Wajib Selaras dengan Provinsi Baru Wakil Bupati Asmat, Yoel Manggaprou, dalam sambutannya menekankan urgensi revisi RTRW. Kabupaten Asmat, yang memiliki luas wilayah administratif 25.015,31 kilometer persegi, kini merupakan bagian integral dari Provinsi Papua Selatan (Papsel). Perubahan status ini, ditambah dengan terbitnya Peraturan Daerah Provinsi Papua Selatan Nomor 3 Tahun 2025 tentang RTRW Provinsi, mengharuskan Peraturan Daerah Kabupaten Asmat Nomor 6 Tahun 2012 tentang RTRW direvisi total. “Kabupaten Asmat tidak mungkin tumbuh sendiri tanpa dukungan kabupaten sekitar. Untuk itu, forum ini menjadi wadah untuk merumuskan arahan pola dan struktur ruang demi kepentingan bersama dan selaras dengan kebijakan provinsi,” jelas Wabup Yoel Manggaprou. Asmat sebagai Pintu Gerbang TransportasiWabup Yoel Manggaprou juga menyoroti peran strategis Asmat dalam konteks transportasi regional. Sebagai kabupaten yang terletak di muara sungai-sungai besar yang hulunya berada di wilayah Kabupaten Nduga, Yahukimo, Mappi, dan Boven Digoel, Asmat diposisikan untuk menjadi pintu masuk utama sistem transportasi laut dan sungai. Peran ini mencakup distribusi logistik dan penumpang tidak hanya menuju empat kabupaten tersebut, tetapi juga menjangkau Kota Wamena, yang merupakan Ibu Kota Provinsi Papua Pegunungan. Sinkronisasi ini diharapkan dapat memastikan kesamaan visi pembangunan infrastruktur dan pemanfaatan ruang lintas batas kabupaten di Papua Selatan.(Redaksi)
0 Comments
ASMAT, Seputarpapua.com | Wakil Bupati Kabupaten Asmat Yoel Manggaprou memimpin upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Lapangan Yos Sudarso, Agats, Kabupaten Asmat, Selasa (25/11/2025). Dalam amanatnya, Wabup Yoel menyampaikan bahwa tanggal 25 November adalah hari yang selalu diperingati sebagai momentum untuk menghormati dan mengapresiasi jasa-jasa para guru di Indonesia. Menurutnya, peringatan HGN bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi pengingat akan tugas mulia yang diemban setiap guru. “Guru hebat adalah guru yang mengajar dengan hati, bukan hanya mentransfer ilmu tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila,” tegas Wabup Yoel. Ia menjelaskan bahwa demi mewujudkan pemerataan kualitas guru hebat di seluruh Indonesia, pemerintah pusat melalui Kemendikdasmen bersama DPR serta kementerian/lembaga terkait, kini sedang memfinalisasi langkah strategis dan monumental terkait sentralisasi tata kelola guru dan tenaga kependidikan. Wabup Yoel juga mengajak seluruh guru menjadikan peringatan Hari Guru Nasional 2025 ini sebagai momentum memperbarui komitmen dalam mendidik generasi bangsa. “Mari kita jadikan Hari Guru Nasional 2025 sebagai momen untuk memperbaharui janji kita kepada bangsa, mendidik dengan hati, mengabdi tanpa henti,” ujar Wabup Yoel. Di akhir amanat, Wabup Yoel menegaskan pentingnya memberikan ruang yang lebih besar bagi guru untuk menjalankan tugas utama mereka.“Kami ingin guru fokus pada tugas mendidik tanpa perlu khawatir dengan urusan-urusan administrasi yang berlarut-larut,” tutupnya. Reporter : Elgo Wohel editor : Aditra ASMAT, Seputarpapua.com | Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN), Dinas Pendidikan bersama PGRI Kabupaten Asmat menggelar jalan santai berhadiah di Lapangan Yos Sudarso Agats, Kabupaten Asmat, Senin (24/11/2025). Kegiatan tahun ini mengusung tema: “Guru Bermutu Indonesia Maju, Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas”. Jalan santai tersebut dilepas oleh Asisten III Setda Asmat, Riechard Mirino, mewakili Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanpo. Dalam sambutannya, Riechard Mirino menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi para guru dan PGRI yang terus berperan penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. “Perjalanan panjang PGRI selama 80 tahun adalah wujud penghormatan kepada seluruh guru yang terus berjuang mencerdaskan kehidupan bangsa, termasuk kita yang ada di Asmat,” ujar Riechard Mirino. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terus mendukung program peningkatan mutu guru, penguatan organisasi PGRI, serta peningkatan kesejahteraan dan profesionalisme tenaga pendidik sebagai bagian dari komitmen membangun sumber daya manusia yang unggul. Lebih lanjut, ia berharap kegiatan jalan santai ini dapat menjadi sarana memperkokoh persatuan, solidaritas, serta semangat pengabdian para guru di Kabupaten Asmat, khususnya di Kota Agats. “Semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga memperkuat silaturahmi, kolaborasi dan komitmen kita untuk terus berkontribusi bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Asmat. Apa yang kita lakukan dalam mendidik anak-anak, mulai dari PAUD/TK hingga jenjang yang lebih tinggi, kiranya mampu melahirkan generasi unggul dan membawa harum nama baik Asmat,” tambahnya. Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan anak-anak Asmat melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi merupakan hasil kerja keras para guru yang tekun membimbing dan memotivasi. Selain itu, ia mengingatkan bahwa visi dan misi Bupati Thomas Eppe Safanpo dan Wakil Bupati Yoel Manggaprou memberi perhatian besar pada tiga sektor utama, yaitu kesehatan, pendidikan dan ekonomi masyarakat. Untuk itu, para guru diminta terus menjaga semangat dalam mendidik siswa. “Kami juga menekankan agar jangan sampai anak-anak sudah masuk kelas, justru gurunya yang tidak hadir. Ilmu yang kita miliki mari diturunkan kepada anak-anak, termasuk ilmu sopan santun, tata krama, dan saling menghargai,” tegasnya. Ia pun menyoroti penggunaan internet yang kini semakin luas di kalangan pelajar. Para guru diminta membimbing siswa agar memanfaatkan teknologi secara positif. “Di era HP dan internet ini, anak-anak bisa mengakses banyak hal. Mari kita ajarkan mereka agar lebih banyak mengakses hal-hal positif dan memanfaatkan HP untuk belajar, bukan hal negatif,” pesannya. Rute jalan santai, peserta menempuh rute sebagai berikut, Start Lapangan Yos Sudarso, Tugu Tangan, Jalan. Frans Kaisiepo, Jalan Swamenas, Jalan Dolog, Jalan Yos Sudarso, finish di Lapangan Yos Sudarso. Reporter : Elgo Wohel editor : Iba |



RSS Feed