ASMAT, Seputarpapua.com | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asmat, Provinsi Papua Selatan, menggelar ibadah perayaan ekaristi tiga malam atas berpulangnya Almarhum Drs. Wiro Yoseph Watken sebagai Penjabat Caretaker Bupati Asmat pertama tahun 2003-2005, Rabu (1/10/2025), di Rumah Baca Jalam Kaye, Distrik Agats. Ibadah perayaan ekaristi tiga malam Almarhum Wiro Yoseph Watken dipimpin oleh Pastor Wilhelmus Kamamas. Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanpo, dalam sambutannya mengatakan sebagai bagian dari Pemkab Asmat, melaksanakan doa tiga malam untuk mengenang dan menghormati serta mendoakan Almarhum untuk perjalanan selanjutnya setelah wafat. “Saya sampai dititik ini karena saya belajar dari para pemimpin-pemimpin besar yang merintis dan meletakkan dasar di wilayah Kabupaten Asmat,” kata Bupati Thomas Safanpo. Bagi Thomas, sosok-sosok seperti Wiro Watken, Bapak Meokbun, Yuvensius Biakai hingga Elisa Kambu, adalah guru dan mentor dalam kepemimpinan. “Acara malam ini merupakan bentuk penghormatan saya kepada Bapak Wiro Watken yang adalah orang tua, mentor dan guru saya,” ucap Bupati.“Saya mengundang seluruh jajaran pemerintahan hadir di sini, karena Bapak Wiro Watken adalah perintis dan peletak dasar pertama di Kabupaten Asmat dan kita patut menghormati jasa beliau,” pungkasnya.Reporter : Elgo Wohel editor : Saldi Hermanto
0 Comments
ASMAT, Seputarpapua.com | Wakil Gubernur Papua Selatan Paskalis Imadawa melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Asmat dan bertemu dengan keluarga korban penembakan, Selasa (30/9/2025). Kunjungan tersebut dilakukan pasca ricuh pada Sabtu (27/9/2025) lalu, yang mengakibatkan seorang warga tewas tertembak dari senjata oknum anggota Satgas Kewilayaan Yonif 123/ Rajawali. Setibanya di kota Agats, Kabupaten Asmat, rombongan Wakil Gubernur Papua Selatan Paskalis Imadawa disambut Bupati Asmat Thomas Eppe Safanpo bersama Forkopimda setempat. Gunernur Papua Selatan Paskalis Imadawa mengatakan, kehadiran kami sebagai pemerintah menjadi pelayan dan saya mau kita melayani kalian dengan kasih bukan dengan kekerasan. “Kita harus mendengar suara rakyat, apa kata mereka karena mereka yang mempunyai kedaulatan di negara ini tetapi jangan dikorbankan,” tegas Paskalis.Ia mengingatkan, semua pihak yang terlibat tidak boleh menganggap sepele persoalan tersebut.“Saya mengharapkan kita semau kawal persoalan ini bila perlu prosesnya secara terbuka jangan sembunyi-sembunyi agar masyarakat dapat melihat bahwa kebenaran itu sedang berjalan prosesnya,” kata dia. “Kami akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Asmat terkait dengan santunan, kami akan beri agar keluarga korban dapat dibantu,” sambung Paskalis.Pada kesempatan yang sama Wakil Gubernur Papua Selatan Paskalis Imadawa melakukan pertemuan bersama Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat serta menyambangi korban luka tembak peluru nyasar dan korban luka lainnya di RSUD dilanjutkan kunjungan ke korban penjarahan kios dan tokoh di pasar lama. Reporter : Elgo Wohel editor : Dhias Suwandi ASMAT, Seputarpapua.com | Bupati Kabupaten Asmat, Thomas Eppe Safanpo, melepas Kontingen Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Kabupaten Asmat untuk mengikuti Pesparani tingkat Provinsi Papua Selatan ke 1 yang akan berlangsung di Merauke, ibu kota Provinsi Papua Selatan. Pelepasan Kontingen Pesparani Asmat berlangsung di Gedung Pastoral Keuskupan Agats, Kabupaten Asmat, Senin (29/9/2025). Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanpo, mengatakan, ajang ini mengakrabkan sekaligus menguatkan tali persaudaraan sebagai sesama warga gereja di wilayah Papua Selatan.“Kita sangat bersyukur di Provinsi Papua Selatan, karena mempunyai dua Keuskupan, yaitu Keuskupan Agung Merauke dan Keuskupan Agats. Kita tunjukkan bahwa kita dari kontingen Pesparani Kabupaten Asmat juga bisa,” kata Bupati. Menurut Bupati lomba-lomba di tingkat provinsi untuk juara per kategori akan mewakili provinsi mengikuti ajang yang sama ditingkat nasional. Karena itu, jika kontingen Asmat ingin mewakili provinsi ditingkat nasional, maka harus serius dan tekun dalam berlatih. “Supaya tahun depan kalau ada lomba Pesparani tingkat nasional, Kabupaten Asmat bisa mewakili,” ujar Thomas Safanpo. Bupati berpesan jika kontingen dari Asmat terpilih atau menjadi juara pada kategori tertentu saja, maka Ia memastikan akan memberangkatkan mengikuti ajang yang sama ditingkat nasional. “Kalau kalian terpilih mewakili Provinsi Papua Selatan di kategori tertentu, saya selaku Bupati memastikan kalian akan berangkat,” tegas Bupati Thomas Eppe Safanpo. Sementara Ketua LP3KD Kabupaten Asmat, Matheus Metemko, mengatakan bahwa kegiatan Pesparani bukan hanya suatu kompetisi belaka, melainkan juga wujud pemuliaan nama Tuhan melalui seni. Serta, menjalin sarana untuk mempererat tali persaudaraan maupun pembinaan iman yang dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air dikalangan umat katolik. “Kontingen Kabupaten Asmat siap untuk berkompetisi dan memberikan yang terbaik,” kata Matheus.Diketahui, kontingen Kabupaten Asmat akan mengikuti delapan kategori mata lomba, diantaranya cerdas cermat rohani anak, cerdas cermat remaja, Mazmur anak, Mazmur orang muda katolik, paduan suara anak, paduan suaran OMK dan etnik, paduan suara dewasa campuran, dan paduan suara pria dewasa.“Untuk kontingen yang akan mengikuti pesparani di kota Merauke, dari Kabupaten Asmat sebanyak 114 orang,” pungkasnya. Reporter : Elgo Wohel editor : Saldi Hermanto |



RSS Feed