ASMAT, Seputarpapua.com | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asmat, Provinsi Papua Selatan, menggelar Rapat persiapan menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke-81 Tahun 2026 di Gedung Woroucem Bakesbangpol, Kabupaten Asmat, Kamis (16/7/2026). Rapat dipimpin oleh Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah Kabupaten Asmat Muhammad Iqbal. Dalam arahannya, Muhammad Iqbal mengatakan waktu persiapan menuju puncak peringatan HUT RI tinggal sekitar 25 hari, sehingga seluruh panitia diminta segera mulai bekerja sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing kepanitiaan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik. “Untuk memantapkan pelaksanaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia. Karena itu, kami harapkan kepanitiaan yang sudah dibentuk segera siap bekerja untuk menyelesaikan seluruh tugas dan mempersiapkan segala kebutuhan dalam pelaksanaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-81,” ujarnya. “Saya harapkan kita bisa memaksimalkan seluruh saran dan usul dalam pelaksanaan tugas kita dalam mensukseskan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-81,” sambung Iqbal. Ia pun menegaskan, setiap panitia ditunjuk harus siap karena evaluasi akan terus dilakukan.“SK-nya suda ada. Namun masih bisa kita koreksi bersama apabila ada hal-hal yang perlu diperbaiki,” jelasnya. Dalam rapat tersebut juga disampaika bahwa untuk seksi upacara HUT RI ke-81 ditangani oleh unsur TNI. Reporter : Elgo Wohel editor : Dhias Suwandi
0 Comments
ASMAT, Seputarpapua.com | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asmat, Provinsi Papua Selatan mencatat capaian positif atas target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun Anggaran 2025. Realisasi PAD Asmat melampaui target yang telah ditetapkan, dengan capaian sebesar 107,98 persen. Pernyataan tersebut disampaikan saat pembukaan rapat paripurna masa sidang pertama di Ruang Sidang DPRK Asmat, Selasa (14/7/2026). Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat pada Setda Asmat, Muhammad Iqbal, mewakili Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanpo, mengatakan, PAD Tahun Anggaran 2025 sebelumnya ditargetkan sebesar Rp38.131.842.321,00 dan realisasinya sebesar Rp41.174.269.977,65 atau 107,98 persen. Dalam kesempatan itu Asisten I menyampaikan terima kasih kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atas target PAD yang telah melebihi target penerimaan tahun 2025. Hal ini menurutnya menjadi bukti, semakin tingginya penerimaan PAD akan terlihat kemandirian daerah dalam membiayai pembangunan. Karenanya, dukungan dan komitmen dari seluruh stakeholder secara konsisten sangat dibutuhkan untuk meningkatkan PAD. Meski demikian, Ia juga menyadari masih terdapat pos pendapatan yang belum mencapai target, khususnya lain-lain pendapatan asli daerah yang sah dan itu akan menjadi perhatian untuk penguatan intensifikasi dan ekstensifikasi di tahun-tahun mendatang. Ia pun menegaskan pelampauan target PAD di tahun 2025 merupakan hasil dari komitmen bersama antara Pemerintah Daerah dengan DPRK yang melakukan optimalisasi potensi-potensi PAD. “Kedepan kita harus terus berupaya agar capaian hari ini dapat terus ditingkatkan lagi,” pungkasnya. Reporter : Elgo Wohel editor : Saldi Hermanto Pemkab Asmat Ajak Pemangku Kepentingan Berikan Data dan Saran dalam Penyusunan KLHS RTRW 2024–2044 6/9/2026 ASMAT, Seputarpapua.com | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asmat, Provinsi Papua Selatan, menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui Konsultasi Publik I penyusunan dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Asmat Tahun 2024–2044. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan Konsultasi Publik yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan di Gedung Woroucem Kesbangpol Kabupaten Asmat, Selasa (9/6/2026). Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Asmat, Absalom Amiyaram, yang mewakili Bupati Thomas Eppe Safanpo, menegaskan bahwa KLHS bukan sekadar dokumen administratif untuk memenuhi ketentuan regulasi. Melalui proses penyusunan KLHS RTRW ini, ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat berpartisipasi aktif dengan memberikan data, informasi, masukan, serta saran yang konstruktif. Keterlibatan pemerintah, masyarakat adat, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan seluruh elemen masyarakat menjadi faktor krusial dalam menghasilkan dokumen yang berkualitas serta implementatif. “Kita juga perlu memastikan bahwa nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Asmat menjadi bagian penting dalam proses perencanaan tata ruang. Pengetahuan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun merupakan modal sosial yang sangat berharga dalam menjaga keseimbangan hubungan antara manusia dan lingkungan,” tegas Absalom.Ia berharap hasil dari penyusunan KLHS RTRW Kabupaten Asmat ini dapat menjadi landasan yang kuat dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan, berdaya saing, inklusif, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Asmat secara menyeluruh. “Kegiatan ini melibatkan unsur pemerintah, akademisi dari perwakilan pusat studi kebijakan publik, pelayanan publik dan lingkungan hidup/kependudukan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, serta berbagai pihak terkait lainnya,” pungkasnya.Reporter : Elgo Woheleditor : Aditra |



RSS Feed