ASMAT, PL — Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Asmat menggelar Rapat Paripurna Istimewa sebagai bentuk penghormatan terakhir sekaligus penyerahan jenazah almarhum Jhon Tatai kepada pihak keluarga, Sabtu (25/7/2026). Almarhum Jhon Tatai merupakan Anggota DPRK Asmat periode 2024–2029 dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) daerah pemilihan (Dapil) IV. Beliau mengembuskan napas terakhir di usia 35 tahun pada Jumat (24/7/2026) di RSUD Perpetua J. Safanpo karena sakit. Rapat Paripurna Istimewa yang berlangsung khidmat di Ruang Sidang DPRK Asmat pada pukul 12.00 WIT ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua II DPRK Asmat, Silvester Siforo, S.H., M.H. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Asmat, Yoel Manggaprou, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya salah satu putra terbaik Kabupaten Asmat tersebut. “Hari ini, duka cita mendalam menyelimuti bumi lumpur dan rawa yang kita cintai ini. Kita berkumpul bersama di sini dengan hati yang sedih, melepas sosok saudara, sahabat, dan salah satu putra terbaik Kabupaten Asmat, almarhum Jhon Tatai,” ujar Wabup Yoel. Wabup Yoel juga menyampaikan ucapan belasungkawa mewakili seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat Asmat kepada keluarga besar yang ditinggalkan. “Saya menyampaikan turut berduka cita dan rasa kehilangan yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhum ke pangkuan Sang Pencipta. Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan. Kepada keluarga besar yang ditinggalkan, kami mendoakan agar senantiasa diberikan ketabahan, kekuatan, dan penghiburan yang sejati,” ungkapnya. Meskipun masa pengabdian almarhum pada periode ini terbilang singkat, Wabup Yoel menegaskan bahwa komitmen dan semangat juang Jhon Tatai dalam memperjuangkan aspirasi rakyat akan terus dikenang. * Komitmen Tinggi: Selama menjabat, almarhum dinilai menunjukkan dedikasi kuat untuk memajukan Tanah Asmat. * Jejak Pengabdian: Buah pikiran dan semangat juangnya dipastikan menjadi bagian dari sejarah pembangunan daerah. “Sungguh, kepergian almarhum Jhon Tatai adalah duka kita bersama, duka seluruh rakyat Kabupaten Asmat. Meski masa pengabdian almarhum pada periode ini terasa begitu singkat, namun jejak langkah, buah pikiran, serta semangat juang almarhum akan terus tertanam dalam sejarah pembangunan di daerah ini,” tambah Yoel. Usai prosesi penghormatan resmi dari lembaga legislatif dan eksekutif, Pemerintah Kabupaten Asmat secara resmi menyerahkan jenazah almarhum kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. “Setelah disemayamkan dan menerima penghormatan resmi dari lembaga DPRK serta Pemerintah Kabupaten Asmat, maka pada hari ini, secara resmi saya atas nama Pemerintah Kabupaten Asmat menyerahkan kembali jenazah almarhum Jhon Tatai kepada pihak keluarga. Kami melepaskan almarhum dengan rasa hormat yang setinggi-tingginya atas seluruh jasa dan pengabdian yang telah beliau baktikan,” tutup Wabup Yoel.(Redaksi)
0 Comments
ASMAT, Seputarpapua.com | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asmat melalui Dinas Pendidikan menggandeng Dinas Kesehatan memperkuat layanan kesehatan bagi peserta didik melalui program pemeriksaan kesehatan secara terjadwal bagi siswa mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA/SMK. Kerja sama dua instansi tersebut dibahas dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Wiyata Mandala Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat, Rabu (22/7/2026). Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat, Barbalina Toisuta, mengatakan, selama ini Dinas Kesehatan juga telah memiliki program untuk pemeriksaan kesehatan dan pemberian vaksin bagi anak sekolah. “Pak Bupati Thomas Eppe Safanpo meminta agar pemeriksaan kesehatan dilakukan secara terjadwal, di luar dari program rutin yang telah terjadwal oleh Dinas Kesehatan. Karena itu kami mengadakan pertemuan ini untuk menyusun kerja sama yang berkelanjutan sehingga pemeriksaan kesehatan akan dilakukan dari anak PAUD, TK hingga SMA/SMK. Kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan juga Puskesmas Agats,” terang Barbalina. Menurutnya, kedua instansi akan membuat nota kesepahaman (MoU) secara berkesinambungan. Selain pemeriksaan kesehatan umum, program ini juga mencakup pemeriksaan kesehatan gigi, pemberian vitamin kepada anak, kemudian pemeriksaan dan penyuluhan tentang bahaya kebiasaan mengunyah pinang.“Sementara bagi siswa tingkat SMA kita berikan penyuluhan tentang penyakit kelamin,” katanya. Barbalina menegaskan kesehatan merupakan faktor utama dalam mendukung keberhasilan pendidikan. Jika anak tidak sehat, maka anak tidak bisa mengikuti proses pendidikan dengan baik. “Karena itu, kesehatan anak menjadi prioritas Bupati Asmat Thomas Eppe Safanpo, bahwa pendidikan harus ditunjang dengan kesehatan anak yang baik. Kita berpacu pada visi-misi Bupati, yaitu peningkatan kualitas pendidikan dan juga kesehatan. Sehingga Pak Bupati membuat program agar kami bergerak cepat untuk menyelamatkan anak-anak ini dalam kerangka kerjanya,” pungkasnya. Reporter : Elgo Wohel editor : Saldi Hermanto ASMAT, Seputarpapua.com | Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Asmat, Yoel Manggaprou, melakukan penancapan tiang umpak pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan gedung baru Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia (GPKAI) Jemaat Mbait Damai Cemnes, Senin (20/7/2026), di Jalan Pelabuhan Baru, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan. Sebelum prosesi penancapan tiang umpak dilaksanakan, kegiatan diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin oleh Pendeta Yohanis Kawor. Ibadah ini dihadiri oleh jemaat, tokoh gereja, serta masyarakat setempat. Wabup Yoel Manggaprou, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2026 ada sekitar enam jemaat GPKAI di Kabupaten Asmat yang sedang membangun gedung gereja. Di kota atau Distrik Agats sendiri, pembangunan gedung gereja jemaat GPKAI dalam tahap persiapan, selebihnya berada di beberapa wilayah di luar Distrik Agats. Ia berharap, seluruh proses pembangunan gedung GPKAI Jemaat Mbait Damai Cemnes dapat berjalan dengan baik hingga selesai. Menurut Wabup Yoel, pembangunan gedung gereja merupakan amanat firman Tuhan yang harus dilaksanakan oleh setiap orang percaya. Sebab gereja menjadi tempat orang percaya untuk berkumpul dan beribadah. Ia juga menjelaskan dalam melaksanakan firman Tuhan terdapat empat langkah sederhana yang perlu dilakukan, yakni mendengar, mengetahui, memahami dan melaksanakan. Karena itu, ia mengajak seluruh jemaat khususnya jemaat GPKAI Mbait Damai Cemnes untuk bersama-sama memandang pembangunan gedung gereja sebagai sebuah tanggung jawab, bukan sebagai beban. “Pembangunan rumah ibadah merupakan perintah Tuhan bagi setiap orang percaya. Karena itu, jemaat membutuhkan tempat di mana kita dapat berkumpul, sehingga jemaat ini tidak menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah,” kata Wabup Yoel. “Ini adalah langkah iman. Ketika langkah iman itu diambil, jangan ragu. Mukjizat Tuhan pasti terjadi dan kuasa Tuhan akan menggerakkan hati jemaat maupun orang-orang lain untuk bisa membantu,” pungkasnya. Reporter : Elgo Wohel editor : Saldi Hermanto |



RSS Feed