SETDA.ASMATKAB.GO.ID
  • Home
  • KANTOR BUPATI
    • Visi Dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Produk Hukum
    • Peraturan Daerah
    • Peraturan Bupati
    • Keputusan Bupati
  • PERDA PERBUP
  • BERITA
  • BERITA VIDEO YOUTUBE

Air Bersih Menipis Akibat Kemarau, Program MBG di Asmat Dihentikan Sementara

7/29/2026

0 Comments

 
Picture
ASMAT, Seputarpapua.com | Operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Asmat, Papua Selatan, terpaksa dihentikan sementara. Langkah ini diambil akibat menipisnya ketersediaan air bersih yang menjadi kebutuhan vital Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut.
Koordinator SPPG Wilayah Kabupaten Asmat, Halimah Sadat, S.Tr.Gz., mengungkapkan bahwa kebijakan penghentian sementara telah diumumkan sejak Selasa (28/7/2026). Kebijakan ini berlaku untuk empat unit SPPG yang tersebar di Kota Agats dan Distrik Atsj.
“Penghentian operasional SPPG ini hanya bersifat sementara. Kondisi ini terjadi akibat berkurangnya ketersediaan air bersih selama musim kemarau yang melanda Kabupaten Asmat,” ujar Halimah, Kamis (30/7/2026).
Halimah menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) Kabupaten Asmat untuk meminta bantuan pasokan air. Namun, bantuan pasokan air yang disalurkan belum mencukupi kebutuhan operasional harian SPPG.
Rencana penghentian sementara ini juga telah dilaporkan dan mendapat persetujuan dari pemerintah pusat mengingat kondisi krisis air yang dinilai mendesak.
Sebagai solusi jangka panjang, TNI dijadwalkan akan membangun sumur bor guna menjamin ketersediaan air bersih bagi operasional SPPG ke depan. Sementara untuk solusi jangka pendek, operasional dapur gizi tersebut sangat bergantung pada cuaca.
“Jika hujan turun cukup deras dan pasokan air kembali memadai, operasional SPPG akan langsung berjalan normal seperti biasa,” pungkas Halimah.
Reporter : Elgo Wohel
​
editor : Aditra

0 Comments

Pemkab Asmat Lepas 41 Peserta Program ADiK 2026, Wabup Pesan Jaga Nama Baik Daerah

7/29/2026

0 Comments

 
Picture
ASMAT, Seputarpapua.com | Pemeritah Kabupaten (Pemkab) Asmat melalui Dinas Pendidikan secara resmi melepas para peserta program beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) Tahun 2026.
Pelepasan dilakukan oleh Wakil Bupati (Wabup) Asmat, Yoel Manggaprou, berlangsung di Gedung Wiyata Mandala Dinas Pendidian Asmat, Rabu (29/7/2026).
Selain para peserta, acara pelepasan juga turut dihadiri para orang tua peserta dan wali, kepala sekolah SMA/SMK serta jajaran pegawai Dinas Pendidikan.
Wabup Yoel dalam sambutannya menyampaikan rasa bangganya atas nama Pemerintah Daerah dan juga masyarakat Asmat.
“Hari ini adalah bukti nyata bahwa komitmen kita bersama untuk memajukan kualitas sumber daya manusia di tanah Asmat terus membuah hasil yang nyata dan berkelanjutan,” ujar Yoel Manggaprou.
Wabup memberikan apresiasi kepada Kepala Dinas Pendidikan beserta seluruh jajaran yang dinilai telah bekerja tanpa kenal lelah, memfasilitasi, mengawal dan mengordinasikan program ADik dari tingkat kementerian hingga ke daerah. Menurutnya, bukan hal mudah yang telah dilakukan, mulai dari pemetaan data, pengawalan verifikasi administrasi hingga koordinasi teknis pemberangkatan.
“Terima kasih karena Dinas Pendidikan telah menjadi jembatan yang kokoh dalam mewujudkan mimpi anak-anak kita untuk bisa mengenyam pendidikan tinggi di berbagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia,” katanya.
Kepada para orang tua dan wali, Wabup berharap terus memberikan motivasi dan dukungan moral kepada anak-anak, agar mereka senantiasa memiliki pegangan hidup yang kokoh selama menuntut ilmu.
Sedangkan kepada 41 peserta ADik Tahun 2026, Wakil Bupati berpesan agar menjaga nama baik Kabupaten Asmat selama menempuh pendidikan di daerah orang.
“Di mana pun kalian berada, jagalah nilai-nilai kesantunan, kedisiplinan dan integritas. Tunjukkan bahwa mahasiswa asal Asmat adalah pribadi yang rendah hati, berakhlak mulia, cerdas dan siap bersaing secara positif,” pesan Wabup.
Jumlah pelajar Asmat yang lulus perguruan tinggi untuk menempuh pendidikan tinggi di tahun 2026 ini sebanyak 41 orang. Mereka dinyatakan lulus dan diterima sebagai penerima Program ADiK di berbagai Perguruan Tinggi Negeri/Swasta.
Adapun kampus-kampus yang dijadikan tujuan para pelajar Asmat mengenyam pendidikan tinggi, yakni:
1. Universitas Diponegoro
2. Universitas Flores
3. Universitas Halu Oleo
4. Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
5. Universitas Katolik Santo Thomas
6. Universitas Lampung
7. Universitas Maritim Raja Ali Haji atau UMRAH
8. Universitas Negeri Makassar
9. Universitas Ngudi Waluyo
10. Universitas Palangka Raya
11. Universitas Pattimura
12. Universitas Sriwijaya
13. Universitas Tadulako
14. Universitas Widya Mataram
15. Politeknik Maritim Negeri Indonesia
16. Universitas Negeri Yogyakarta
Reporter : Elgo Wohel
​
editor : Saldi Hermanto

0 Comments

RSCM Jakarta Lakukan Visitasi Tata Kelola Rumah Sakit di RSUD Perpetua J. Safanpo Asmat

7/29/2026

0 Comments

 
Picture
ASMAT, PL – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Bersama Rumah Sakit Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta menggelar Workshop dan Pertemuan Koordinasi Program Pembinaan Tata Kelola Rumah Sakit Milik Pemerintah Daerah di Provinsi Papua Selatan.
Kegiatan yang mengusung tema “Menuju Pelayanan Kesehatan yang Bermutu, Profesional, dan Berkelanjutan”
Workshop ini melibatkan RSUD Perpetua J. Safanpo, Kabupaten Asmat, RSUD Merauke, RSUD Mappi, dan RSUD Boven Digoel yang berlangsung di RSUD Perpetua J. Safanpo, Jalan Zekward, Agats, Kabupaten Asmat, Selasa (28/7/26).
Sekretatis Daerah (Sekda) Kabupaten Asmat, Absalom Amiyaram mewakili Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanpo, menyampaikan  kehadiran bapak dan ibu sekalian merupakan kehormatan sekaligus wujud nyata perhatian terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan di Provinsi Papua Selatan.
Menurut Absalom, Pemerintah Kabupaten Asmat bersama dengan Kabupaten merauke, Boven Digoel dan Kabupaten Mappi, memandang bahwa kegiatan visitasi dan program pembinaan tata kelola rumah sakit ini adalah momentum yang sangat strategis.
“Hal ini merupakan bagian integral dari komitmen kuat kami dalam mendukung optimalisasi pelayanan kesehatan masyarakat, pada empat kabupaten di Provinsi Papua Selatan,” katanya.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur di wilayah selatan Papua menuntut adanya tata kelola Rumah sakit umum daerah yang adaptif, efektif, dan provesional.
Tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel dan sesuai dengan standar akuntansi pemerintah adalah fondasi utama keberlanjutan operasional rumah sakit, maka keterlibatan pemahaman teknis diharapkan tidak menjadi penghambat akuntabilitas pengelolaan anggaran rumah sakit daerah.
Ia berharap melalui transfer pengetahuan dari RSCM, maka jajaran manajemen keuangan, di RSUD Perpetua J. Safanpo Kabupaten Asmat, RSUD Merauke, RSUD Mappi dan RSUD Boven Digoel mampu menyusun laporan keuangan secara mandiri, tepat waktu, dan tersistem dengan baik, sehingga akan berdampak pada pengambilan keputusan manajerial yang cepat serta transparan.
Pada transfer knowledge waktu tunggu, produktivitas sumber daya manusia, dan utilisasi alat efisiensi layanan, sangat bergantung pada bagaimana rumah sakit mengelola alur waktu tunggu pasien, mengoptimalkan potensi tenaga kesehatan lokal, serta memastikan alat-alat medis moderen yang telah diadakan pemerintah kabupaten dapat dioptimalkan dan berfungsi secara makasimal.
Untuk itu dengan adanya panduan dan metode operasional standar dari RSCM terhadap rumah sakit di daerah kami dapat lebih optimal lagi dalam memangkas waktu tunggu layanan (patient waiting time), meningkatkan produktivitas serta disiplin kerja sumber daya manusia medis maupun non-medis, serta mengoptimalkan utilisasi alat kesehatan agar berdampak langsung pada pelayanan kesehatan.
Ia juga menegaskan bahwa sinergi antara Pemerintah Kabupaten Asmat, Merauke, Boven Digoel, dan Kabupaten Mappi dengan tim RSCM bukan sekadar transfer knowledge, tetapi merupakan sejarah pemerataan mutu kesehatan, serta keberhasilan implementasi Rekam Medik Elektronik (RME).
Dan penguatan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) serta fasilitas pendukung ini kami yakini akan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan layanan kesehatan yang inklusif, modern, dan merata di empat kabupaten pada Provinsi Papua Selatan.
“Kami berharap hasil diskusi dan program pembinaan melalui kesempatan pertemuan koordinasi dan rangkaian kegiatan visitasi ini akan meningkatkan kapasitas tata kelola yang baik, dan pendampingan dari rscm selaku tim pembina dapat memberikan solusi konkrit terhadap tantangan manajemen rumah sakit,” tuturnya.
Selain itu, diskusi dan pertukaran gagasan yang kita lakukan hari ini dapat menghasilkan rekomendasi serta peta jalan atau (roadmap) yang terarah guna meningkatkan status dan akreditasi rumah sakit daerah agar memenuhi standar nasional dengan demikian pelayanan akan lebih optimal lagi.
​“Mari kita manfaatkan forum diskusi ini dengan sebaik-baiknya untuk merumuskan langkah-langkah terbaik demi kemajuan kesehatan masyarakat di kabupaten asmat, merauke, mappi dan kabupaten bovendigoel provinsi papua selatan,” pungkasnya.(Redaksi)

0 Comments
<<Previous
Forward>>

    Author

    Write something about yourself. No need to be fancy, just an overview.

    Categories

    All

    RSS Feed

copyright setda.asmatkab.go.id ©July/7 2025
  • Home
  • KANTOR BUPATI
    • Visi Dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Produk Hukum
    • Peraturan Daerah
    • Peraturan Bupati
    • Keputusan Bupati
  • PERDA PERBUP
  • BERITA
  • BERITA VIDEO YOUTUBE