SETDA.ASMATKAB.GO.ID
  • Home
  • KANTOR BUPATI
    • Visi Dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Produk Hukum
    • Peraturan Daerah
    • Peraturan Bupati
    • Keputusan Bupati
  • PERDA PERBUP
  • BERITA
  • BERITA VIDEO YOUTUBE

Pemkab Asmat Perkuat Tata Kelola Pengadaan melalui Pelatihan Aplikasi SiRUP

2/2/2026

0 Comments

 
Picture
ASMAT, Seputarpapua.com | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asmat, Provinsi Papua Selatan melalui Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Sekretariat Daerah menggelar Pelatihan Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP).
Kegiatan ini berlangsung di Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Kamis (29/1/2026).
Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda Kabupaten Asmat, Riechard Mirino, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa Pemerintah Daerah Kabupaten Asmat Tahun Anggaran 2026.
Ia menjelaskan, melalui BPBJ Setda, Pemkab Asmat melaksanakan pelatihan peng-input-an dan pengumuman RUP bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar setiap rencana pengadaan dapat diumumkan secara tepat waktu melalui aplikasi SiRUP yang telah terintegrasi dengan SIPD-RI.
“Peningkatan tata kelola pengadaan barang dan jasa merupakan salah satu bentuk tanggung jawab pemerintah daerah dalam mewujudkan pemerintahan yang baik. Penerapan aplikasi SiRUP, serta berbagai pedoman dan petunjuk teknis lainnya, diharapkan mampu mendorong proses pengadaan yang lebih cepat, tepat, transparan, berkeadilan, dan akuntabel,” ujar Riechard Mirino.
Menurut dia, pelatihan ini menjadi wadah peningkatan kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam membangun praktik pengadaan barang dan jasa yang semakin tertib dan profesional, sehingga dapat menunjang penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Asmat secara optimal.
Selain itu, pemanfaatan aplikasi digital dalam proses pengadaan barang dan jasa diyakini mampu meminimalisir terjadinya praktik-praktik penyimpangan, sekaligus memperkuat prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Riechard Mirino juga menekankan pentingnya peran aktif para kepala OPD untuk segera menginput dan mengumumkan RUP setelah mengikuti pelatihan, agar seluruh rencana umum pengadaan yang telah terintegrasi dari SIPD-RI dapat terlaksana dengan baik dan tepat waktu.
Ia menambahkan, pengumuman RUP secara menyeluruh akan berdampak langsung pada peningkatan nilai Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Tahun 2026. Pasalnya, sejak tahun 2018 hingga 2025, pengumuman RUP Pemerintah Kabupaten Asmat belum pernah mencapai target 100 persen.
“Harapan kami, pada tahun 2026 ini seluruh OPD dapat saling mendukung sehingga penginputan dan pengumuman RUP pada SiRUP dapat mencapai target 100 persen. Dengan demikian, Kabupaten Asmat dapat memperoleh nilai optimal dalam penilaian MCSP KPK sebagai instrumen penguatan pencegahan korupsi melalui tata kelola pemerintahan yang lebih baik, transparan, akuntabel, dan berbasis bukti,” pungkasnya.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP-RI), yakni Pandu Taruna Kristianto Guterres dan Arum Eka Fitriyani, yang memberikan pendampingan teknis terkait penginputan dan pengumuman Rencana Umum Pengadaan (RUP) pada aplikasi SiRUP.
Reporter : Elgo Wohel
​
editor : Dhias Suwandi

0 Comments

BGN Tetapkan 99 Titik Dapur SPPG di Asmat, Fokus Wilayah Terpencil

2/2/2026

0 Comments

 
Picture
ASMAT, Seputarpapua.com | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asmat, Provinsi Papua Selatan, bersama Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggelar sosialisasi pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bagi wilayah terpencil di Kabupaten Asmat, pada Senin, 19 Januari 2026, berlangsung di Aula Kantor Bupati Asmat,
Wakil Ketua Satgas Percepatan Penyelenggaraan MBG, Muhammad Iqbal Rimosan, menyampaikan dalam waktu dekat pihaknya akan mempersiapkan investor untuk melakukan pembangunan dapur SPPG di daerah terpencil. Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) membuka pendaftaran resmi bagi investor pelaksana pembangunan.
“Pada hari ini kami bertemu dengan para investor untuk membicarakan persyaratan pembangunan dapur SPPG, termasuk proses dan mekanisme pelaksanaannya. Hal ini penting agar para investor memperoleh informasi yang jelas dan siap bekerja membangun dapur SPPG di Kabupaten Asmat,” ujar Iqbal Rimosan.
Ia menjelaskan BGN telah menetapkan kurang lebih 99 titik pembangunan dapur SPPG yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Asmat, dengan fokus utama pada daerah-daerah terpencil.
Lebih lanjut, Iqbal berharap agar investor yang terlibat dalam pembangunan dapur SPPG berasal dari Kabupaten Asmat. Karena menurutnya investor lokal dinilai lebih memahami kondisi geografis dan medan wilayah Asmat, sehingga dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan.
“Kami berharap investor berasal dari daerah Asmat, sehingga penyelesaian pekerjaan yang ditargetkan kurang lebih 60 hari dapat tercapai tepat waktu, karena mereka menguasai kondisi dan medan geografis wilayah Asmat,” pungkasnya.
Reporter : Elgo Wohel
​
editor : Saldi Hermanto

0 Comments

BGN Tetapkan 99 Titik Dapur SPPG di Asmat, Fokus Wilayah Terpencil

2/2/2026

0 Comments

 
Picture
ASMAT, PL– Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menetapkan 99 titik pembangunan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Selatan. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya menyasar wilayah-wilayah terpencil.
Keputusan tersebut dibahas secara mendalam dalam sosialisasi yang digelar Pemerintah Kabupaten Asmat bersama Satgas Percepatan Penyelenggaraan MBG di Aula Kantor Bupati Asmat, Senin (19/1/26).
Wakil Ketua Satgas MBG, Muhammad Iqbal Rimosan, mengungkapkan bahwa pihaknya kini tengah mematangkan persiapan sebelum pendaftaran resmi dibuka oleh BGN. Saat ini, fokus utama adalah memberikan edukasi kepada calon mitra terkait mekanisme dan spesifikasi pembangunan.
“Hari ini kami berdiskusi dengan para investor untuk membedah persyaratan teknis dan prosedur pelaksanaan. Tujuannya agar informasi tersampaikan secara transparan, sehingga mereka benar-benar siap saat pembangunan dimulai,” ujar Iqbal.
Iqbal secara khusus menekankan pentingnya pelibatan pengusaha lokal dalam proyek strategis ini. Menurutnya, pemahaman mendalam tentang kondisi geografis Asmat yang unik menjadi kunci keberhasilan pembangunan.
Mengingat tantangan medan yang berat di Papua Selatan, Satgas mematok target waktu pengerjaan yang cukup ketat.
“Kami sangat berharap investor lokal Asmat yang maju. Mereka jauh lebih menguasai medan dan kondisi geografis di sini. Hal ini krusial agar target penyelesaian dalam 60 hari dapat tercapai tepat waktu tanpa kendala teknis di lapangan,” tegas Iqbal.
Pembangunan 99 Dapur SPPG ini diharapkan menjadi tulang punggung pemenuhan gizi anak-anak di Asmat, sekaligus menggerakkan roda ekonomi daerah melalui keterlibatan vendor dan tenaga kerja setempat.(Redaksi)

0 Comments
<<Previous
Forward>>

    Author

    Write something about yourself. No need to be fancy, just an overview.

    Categories

    All

    RSS Feed

copyright setda.asmatkab.go.id ©July/7 2025
  • Home
  • KANTOR BUPATI
    • Visi Dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Produk Hukum
    • Peraturan Daerah
    • Peraturan Bupati
    • Keputusan Bupati
  • PERDA PERBUP
  • BERITA
  • BERITA VIDEO YOUTUBE