ASMAT, Seputarpapua.com | Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, meresmikan Rumah Jew di Kampung Syuru, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Sabtu (1/8/2026). Acara peresmian tersebut dihadiri oleh Bupati Asmat Thomas Eppe Safanpo, Wakil Bupati Yoel Manggaprou, serta jajaran Forkopimda Provinsi Papua Selatan dan Kabupaten Asmat. Dalam sambutannya, Apolo Safanpo menjelaskan bahwa Rumah Jew merupakan rumah adat yang berdiri di setiap kampung di wilayah Asmat. Rumah adat ini berfungsi sebagai pusat pertemuan para tetua laki-laki untuk membahas serta mengambil keputusan-keputusan adat yang penting. Menurut Apolo, Rumah Jew adalah salah satu situs budaya penting Asmat yang wajib dilestarikan. “Sebagai kearifan dan budaya lokal, Rumah Jew harus tetap kita pertahankan dan kembangkan ke depan,” pungkasnya. reporter : Elgo Wohel editor : Aditra
0 Comments
“Pemerintah provinsi juga telah memprogramkan bantuan lanjutan, salah satunya pembangunan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih para penghuni asrama,” kata Thomas. Ia menambahkan, keterikatan emosional dan latar belakang pendidikan menjadi salah satu pendorong perhatian besar Pemprov Papua Selatan terhadap lembaga pendidikan keagamaan di wilayah tersebut. “Gubernur Papua Selatan pertama yang kini menjadi gubernur definitif adalah putra Asmat. Beliau dan saya merupakan produk didikan gereja, sehingga kami tentu tidak bisa tutup mata terhadap kebutuhan lembaga pendidikan seperti ini,” ujarnya. Meski pemerintah daerah menghadapi penyesuaian anggaran selama dua tahun berturut-turut, Thomas menegaskan komitmen Pemkab Asmat untuk terus mendukung sektor pendidikan. Dalam kesempatan itu, ia juga berharap Pemprov Papua Selatan dapat kembali mengalokasikan anggaran untuk fasilitas pendukung lainnya. “Saat ini baru asrama putra yang terbangun. Kami berharap jika ada kelonggaran fiskal, Bapak Gubernur dapat membantu pembangunan asrama putri,” tutur Thomas. Ia menegaskan, investasi pada sekolah berasrama sangat penting demi mencetak generasi muda yang berdaya saing global. Reporter : Elgo Wohel editor : Aditra ASMAT, Seputarpapua.com | Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo meresmikan Gedung Asrama Pelajar dan Laboratorium Komputer Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) Seminari Yohanes Penginjil di Kampung Mbait, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Sabtu (1/8/2026). Acara peresmian tersebut didampingi Bupati Asmat Thomas Eppe Safanpo serta dihadiri Wakil Bupati Asmat Yoel Manggaprou, jajaran Forkopimda Provinsi Papua Selatan dan Kabupaten Asmat, para pastor, tokoh masyarakat, guru, hingga para siswa. Rangkaian kegiatan diawali dengan Misa Ekaristi Syukuran serta pemberkatan gedung asrama dan ruang komputer yang dipimpin oleh Pastor Innocentius Rettobjaan. Dalam sambutannya, Gubernur Apolo Safanpo menegaskan bahwa penyelenggaraan pendidikan umum bertujuan memberikan ilmu pengetahuan (knowledge education) dan keterampilan (skill education). Namun, lembaga pendidikan keagamaan memiliki peran krusial dalam memberikan pendidikan nilai (value education) atau karakter. “Tujuan pendidikan keagamaan adalah membentuk anak-anak agar berlaku jujur, adil, disiplin, serta saling menghargai dan menghormati. Dalam UU Nomor 20 Tahun 2003, ini disebut sebagai pendidikan budi pekerti,” ujar Apolo. Ia menambahkan, pendidikan pola asrama sangat selaras dengan tujuan pembangunan nasional untuk menciptakan manusia Indonesia yang utuh. Menurutnya, rekam jejak kepemimpinan dalam sejarah peradaban manusia tidak hanya dinilai dari kecerdasan, melainkan dari integritas dan karakter. “Kami berharap asrama ini menjadi wadah pembentukan budi pekerti. Selain mendapatkan ilmu dan keterampilan di sekolah, para siswa juga memperoleh pendidikan nilai di asrama,” tuturnya. Pada kesempatan tersebut, Apolo mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Selatan telah membangun empat unit asrama di Kabupaten Asmat, Mappi, Boven Digoel, dan Merauke pada tahun 2024. Pemprov berkomitmen melanjutkan pembangunan empat asrama baru setiap tahunnya di empat kabupaten tersebut, dengan prioritas bagi anak-anak asli Papua (OAP). Menanggapi aspirasi Bupati Asmat, Gubernur secara langsung menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Papua Selatan untuk membangun satu unit sumur bor di kompleks asrama melalui APBD Perubahan tahun ini. Selain itu, Dinas Pendidikan Papua Selatan juga diminta mengalokasikan anggaran operasional asrama mulai APBD Perubahan 2026. “Upaya ini dilakukan secara bertahap untuk membantu pemerintah daerah, masyarakat, keuskupan, serta lembaga keagamaan dalam meringankan beban penyelenggaraan pendidikan di wilayah Papua Selatan,” pungkas Apolo. Reporter : Elgo Wohel editor : Aditra |



RSS Feed